Jasa Pembuatan WebsitePerngsang Wanita Spontan
Pasang Banner Atas Kanan 720x90 disini Rp. 30.000 / bulan
ads ads ads ads
  • Obat Pembesar Penis

Cerita Dewasa ~ Arisan Para Suami Gila Sex

Sabtu, 30 Mei 2015
www.emporium77.com


Klik <<< Ketika kami kembali ke tempat semula kudapati suamiku dan istri Priyono sudah tidak ada di sana. Aku pikir mereka sudah tidak sabar lagi dan masuk ke cottagenya ketika kami sedang berdansa tadi. Baru saja kami duduk tiba-tiba sepasang suami istri datang menghampiri kami dan mengulurkan tangannya. "Saya Alex.., dan ini istri saya Mira", katanya memperkenalkan diri. Priyono dan aku menyebutkan nama kami masing-masing. Selanjutnya kami berbasa-basi berbincang-bincang sejenak. "Anda dapat nomor berapa?" dia bertanya kepada Priyono. "Enam!" jawab Priyono singkat. "Saya nomor delapan dan istri saya nomor enambelas" katanya. Aku jadi tersentak seketika, demikian juga Priyono. "Itu adalah nomorku", kataku. "Oh ya!" kata Alex agak kaget. "Saya kira anda berdua sudah bernomor sama.., tapi anda kan bukan pasangan suami istri?" katanya lagi. "Ya..! 

Klik <<<  kataku hampir serempak. Kemudian dia berpaling kepada Priyono dan mengamit lengannya menjauhi kami. "Bolehkah kita bernegosiasi.." bisiknya kepada Priyono. "Saya lihat anda senang sekali dengan nomor delapan. Sebenarnya saya juga senang dengan penampilannya, akan tetapi saya sudah mempunyai janji dengan nomor enam. Bagaimana kalau kita bertukar nomor? Anda mengambil nomor delapan dan saya nomor enam. Sedangkan istri saya memang sudah sesuai dengan nomor enambelas yang juga kebetulan tuan rumah kita. Memang hal ini tidak diperbolehkan apabila ada anggota lainnya yang tahu. Tapi saya harap hal ini hanya di antara kita saja." Bagaikan mendapatkan durian runtuh, Priyono segera saja mengiyakan. Kemudian kulihat mereka bertukar nomor kunci. "Oh, dear!

Klik <<<  kata Alex. "Kali ini saya tidak akan menginterupsi kalian. Lain kali saya harap saya dapat nomor anda lagi!" Kemudian dia melingkarkan tangannya ke tubuhku dan memberikan sebuah kecupan kecil di bibirku. Selanjutnya tidak ayal lagi Priyono segera memegang tanganku dan menuntunku menuju cottage nomor delapan. Ketika kami memasuki pintu cottage itu aku berpikir di sinilah kemungkinan awalnya perubahan hidupku. Seumur hidupku aku belum pernah melakukan hubungan badan dengan laki-laki lain kecuali dengan suamiku sendiri, akan tetapi hal itu akan berubah dalam waktu beberapa menit ini.

Klik <<< Aku akan menjadi seorang istri yang serong dan semuanya ini disebabkan oleh ulah suamiku sendiri. Apakah ada orang yang akan percaya mengenai hal itu? Secara jujur begitulah keadaanku dan itulah apa yang kupikirkan waktu itu. Aku tahu dengan ini aku memberikan suamiku semacam kepuasan seks lain sebagaimana yang dia inginkan. Begitu memasuki cottage itu Priyono langsung merangkulku dan mulai menghujani wajahku dengan kecupan-kecupan kecil. Dia kelihatan begitu sangat bernafsu sekali terhadap diriku. Aku benar-benar tidak menyangka Priyono dapat bersikap seperti itu. Selama ini kukenal dia wajar-wajar saja apabila bertemu denganku. Apakah pada acara-acara rutin kami atau kesempatan lainnya.

Klik <<< Kupikir apakah hal itu akibat pengaruh alkohol yang diminumnya tadi atau mungkin juga memang sejak dahulu dia sudah mempunyai minat yang besar terhadap diriku namun dia terlalu sopan untuk mengungkapkannya dalam kesempatan yang biasa. Tidak berapa lama kemudian tangannya segera menyusup ke balik busanaku yang memang berpotongan rendah dan menjalar menelusuri punggungku. Tiba-tiba kusadari betapa nikmatnya itu semua. Aku merasakan suatu hal yang luar biasa yang belum pernah kualami sebelumnya, aku merasa bagaikan kembali pada saat-saat dimana aku mengalami ciuman yang pertama dari seorang laki-laki. Hanya kini rasa sensasi yang muncul dalam diriku aku rasakan tidak asing lagi.

Klik <<< Aku ingin segera ditiduri. Ketika bibirnya menempel di bibirku aku pun langsung melumatnya dengan kuat. Selanjutnya dia merenggangkan mulutku dan mendorongkan lidahnya di antara gigiku mencari-cari lidahku yang segera kujulurkan untuk menyambutnya. Sungguh merupakan suatu ciuman yang panjang dan lama sekali. Selanjutnya dengan segera tangannya mulai meraba daerah sekitar buah dadaku. Aku mempunyai suatu kelemahan mengenai buah dadaku, aku maksudkan buah dadaku sangat sensitif sekali. Begitu buah dadaku tersentuh maka praktis akan membuatku terus bergelinjang. Oleh sebab itu ketika tangannya menyentuh langsung puting susuku maka aku menjadi bergelinjang dan meliuk-liuk dengan liarnya.

Klik <<< Jari-jariku menghujam di punggungnya menahan suatu perasaan yang sangat dahsyat. Pada saat tubuh kami terlepas satu sama lainya, nafas kami pun memburu dengan hebat. Dia mulai meneliti busanaku mencari kancing atau pun reitsleting untuk segera melepaskan busana itu dari tubuhku. Akan tetapi busanaku memang hanya mempergunakan karet elastis saja, maka dengan mudah aku segera melepaskan busana itu melalui kepala. Aku tidak mengenakan apa-apa lagi di balik busanaku itu kecuali dua carik pakaian dalam model bikini yang tipis dengan warna yang senada dengan kulitku. "Saya senang dengan puting susu yang besar", katanya sambil menyentuh puting susuku dengan lembut.

Klik <<< Karena cukup untuk menyusui anaknya dan sekaligus bapaknya." Aku tidak menjawab. Kupikir dalam kesempatan seperti ini dia masih saja bisa berkelakar. Akan tetapi sebenarnya saat itu aku juga ingin berkata kepadanya bahwa aku juga ingin segera menyaksikan bagaimana bentuk tubuh aslinya di balik kemeja dan pantalonnya itu. Namun aku merasa masih sangat malu untuk berkata secara terus terang. Rupanya dia dapat membaca apa yang ada dalam pikiranku. Sehingga selanjutnya kudapati dia mulai membuka kancing kemejanya dan melepaskan kemeja itu dari tubuhnya. Aku masih teringat bagaimana bentuk dadanya itu dan bagaimana ketika dia memperlakukan diriku. Dadanya kecoklat-coklatan hampir berwarna sawo matang penuh ditumbuhi dengan bulu dada keriting berwarna hitam di tengahnya.

Klik <<< Otot-ototnya pun semua kelihatannya sangat kokoh dan seimbang. Ingin rasanya aku menyentuhkan wajah serta puting susuku ke dadanya, dan tidak berapa lama kemudian secara tidak kusadari aku telah melakukan hal itu. Aku mengecup dadanya kemudian puting susunya. Betapa aku menggali kenikmatan dari itu semua. Ketika aku merapatkan tubuhku ke tubuhnya, aku dapat merasakan gumpalan alat kejantanannya di balik pantalonnya yang sudah menjadi besar dan keras sekali. Dia menggesek-gesekkan alat kejantanannya tersebut ke tubuhku yang hanya mengenakan BH serta celana dalam nylon yang tipis. Sementara itu tangannya telah menyusup ke balik celana dalamku menelusuri daerah sekitar pantatku dan meremas-remasnya dengan kuat daging pantatku yang lembut dan berisi. Selanjutnya dengan serta merta dia melucuti celana dalamku ke bawah kakiku, sementara aku pun merasa semakin bergelinjang dengan hebatnya. Segera saja kulemparkan celana dalam itu dengan kakiku jauh-jauh dari tubuhku.

Klik <<< Dia pun kini melepaskan BH-ku sehingga kini tubuhku benar-benar berada dalam keadaan bertelanjang bulat berdiri di hadapannya. Kemudian Priyono agak menjauh beberapa saat untuk menurunkan reitsleting calananya. Begitu reitsleting diturunkan dalam sekejap pantalonnya pun juga ikut tergusur ke bawah. Dan sudah barang tentu pemandangan selanjutnya yang kusaksikan adalah sebuah alat kejantanan yang sangat besar dan gempal sedang berdiri dengan tegaknya menentang diriku. Aku tidak melihat banyak perbedaan dengan bentuk alat kejantanan suamiku, akan tetapi yang mengesankan adalah alat kejantanan yang kulihat sekarang adalah milik seorang laki-laki lain walaupun dia sahabat suamiku.

Klik <<< Seumur hidupku aku belum pernah menyaksikan alat kejantanan seorang laki-laki dewasa yang begitu dekat jaraknya dengan tubuhku kecuali alat kejantanan suamiku sendiri, apalagi aku sendiri dalam keadaan bertelanjang bulat, dan tidak berapa lama lagi dia akan menyetubuhi diriku dengan alat tersebut. Sehingga secara tidak sadar kurasakan timbul suatu keinginan dalam diriku untuk segera memegang bahkan menghisap alat kejantanan itu, akan tetapi sekali lagi aku masih tidak mempunyai keberanian melakukan hal itu. Selanjutnya Priyono meraih dan membopong tubuhku yang telah bertelanjang bulat itu ke atas tempat tidur. Aku segera telentang di sana dengan segala kepolosan tubuhku menanti kelanjutan dari dari kesemuanya itu dengan pasrah.

Klik <<< Akan tetapi rupanya Priyono belum mau memasukkan alat kejantanannya ke liang kewanitaanku. Dia masih tetap saja berdiri menikmati pemandangan keindahan tubuhku dengan pandangan yang penuh dengan kekaguman. Tatapan mata Priyono ke seluruh tubuhku yang bugil di lain keadaan juga menumbuhkan semacam perasaan erotis dalam diriku. Aku merasakan adanya suatu kenikmatan tersendiri bertelanjang bulat di hadapan seorang laki-laki asing yang bukan suamiku sendiri dan memperlihatkan seluruh keindahan lekuk tubuhku yang selama ini hanya disaksikan oleh suamiku saja. Sehingga secara tidak sadar kubiarkan tubuhku dinikmati mata Priyono dengan sepuas-puasnya.

Klik <<< Malahan ketika tatapan mata Priyono menyapu bagian bawah tubuhku secara reflek aku renggangkan keduabelah pahanya agak lebar seakan-akan ingin memberikan kesempatan yang lebih luas lagi kepada mata Priyono untuk dapat menyaksikan bagian dari tubuhku yang paling sangat rahasia bagi seorang wanita. Puas menikmati keindahan tubuhku kini tangan Priyono mulai sibuk di seluruh tubuhku. Tangannya mulai meraba dan meremas seluruh bagian tubuhku yang sensitive. Mulai dari buah dadaku yang subur berisi sampai pada liang senggamaku yang ditumbuhi oleh bulu-bulu halus yang sangat lebat. Aku menjadi tambah bergelinjang dan tubuhku terasa bergetar dengan hebat.

Klik <<< Secara tidak sadar aku mulai menggoyang-goyangkan pinggulku dengan hebat. Liang senggamaku tambah berdenyut dengan hebat dan terasa licin dengan cairan yang keluar dari dalamnya. Aku heran bagaimana seorang laki-laki yang bukan suamiku dapat membuat diriku menjadi sedemikian rupa. Tidak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa aku dapat merasakan gelinjang birahi yang sedemikian hebat dari laki-laki lain yang bukan suamiku. Tidak berapa lama kemudian dia berlutut di depanku dan merenggangkan kedua belah pahaku lebih lebar lagi. Selanjutnya dia merangkak di antara kedua belah pahaku dan menatap langsung ke arah alat kewanitaanku. Lalu dia membungkukkan tubuhnya agak rendah dan mulai menciumi pahaku yang lama kelamaan semakin dekat ke arah liang kenikmatanku. Kembali aku merasakan suatu sensasi yang hebat melanda diriku.

Klik <<< Aku benar-benar merasa semakin bertambah liar. Aku berteriak liar dengan suara yang sukar dipercaya bahwa itu keluar dari mulutku. Bagaikan serigala yang ganas Priyono segera melumat habis-habisan alat kewanitaanku. Mula-mula dia menjulurkan lidahnya dan mulai menyapu klitorisku dengan sangat halus sekali namun cukup untuk membuatku menjadi lupa daratan. Pinggulku secara otomatis mulai bergerak turun naik bagaikan dikendalikan oleh sebuah mesin dalam tubuhku. Priyono kemudian menurunkan lidahnya lebih ke bawah lagi dan membuat putaran kecil di sekitar liang senggamaku dan akhirnya dia sorongkan lidahnya dengan mahir ke dalamnya. Aku merasakan darahku menggelegak. Lidahnya terus keluar masuk berputar-putar menari-nari. Betapa tingginya seni permainan lidahnya itu tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata. Lebih jauh dari itu aku tidak tahan lagi dan aku langsung mencapai puncak orgasme yang hebat. "Sudah.. sudahlah", akhirnya aku berkata.

Klik <<< Priyono tetap meneruskan melahap liang senggamaku. Sementara itu aku terus-menerus mengalami orgasme bertubi-tubi namun pada akhirnya dia berhenti juga. Dan pada saat dia mengambil posisi untuk menyetubuhi diriku, aku segera bangkit dan kini tanpa merasa risih lagi aku segera meraih alat kejantanannya yang hangat berwarna kemerah-merahan lalu memasukkannya ke dalam mulutku dan mulai bekerja dengan lidahku di sepanjang alat kejantanannya yang begitu terasa keras dan tegang. Aku merasakan suatu kenikmatan yang lain yang belum pernah aku rasakan. Aku merasakan alat kejantanan Priyono mempunyai aroma yang berlainan dengan alat kejantanan suamiku.

Klik <<<  Kini aku baru sadar alat kejantanan dari setiap laki-laki juga mempunyai perbedaan rasa yang khas yang tidak sama antara satu lelaki dengan lelaki lainnya. Bukan saja dari bentuk dan ukurannya akan tetapi juga dari aroma yang dipancarkan oleh masing-masing alat kejantanan itu. Selain itu aku merasakan alat kejantanan laki-laki lain ternyata terasa lebih nikmat daripada alat kejantanan suamiku sendiri. Mungkin hal itu karena aku mendapatkan sesuatu yang lain dari apa yang selama ini kurasakan. Jadi walaupun serupa tetapi tidak sama rasanya. "Sekarang giliranku untuk meminta berhenti", katanya dengan tenang. Sebenarnya aku enggan melepaskan alat kejantanan yang menggiurkan itu dari mulutku.

Klik <<<  Aku ingin merasakan betapa alat kejantanannya itu memancarkan sperma dalam mulutku, akan tetapi kupikir tidak akan senikmat sebagaimana bila alat kejantanannya itu meledak dalam rahimku dalam suatu persetubuhan yang sempurna, sehingga kuturuti permintaannya dan membaringkan tubuhku dengan kedua belah kakiku ke atas. Selanjutnya aku menyaksikan sebuah dada yang bidang menutupi tubuhku dan tidak lama kemudian kurasakan alat kejantanannya itu mulai terbenam ke dalam liang senggamaku yang hangat dan basah. Aku jadi agak mengerang kecil ketika alat kejantanan yang besar dan gempal itu memasuki tubuhku. "Oh, sayang.., sayang", kata Priyono bergumam.

Klik <<<   Teruskan.., teruskan! Rasanya dahsyat sekali..!" kataku secara spontan sambil mengencangkan otot liang senggamaku sehinga alat kejantanan Priyono itu terjepit dengan kuat. Kemudian dengan suatu kekuatan bagaikan sebuah pompa hydroulis, liang kewanitaanku menghisap dalam-dalam alat kejantanan itu sehingga terasa menyentuh leher rahimku. Secara perlahan-lahan dia mulai menggerakkan tubuhnya di atas tubuhku. Untuk beberapa saat aku telentang tanpa bergerak sama sekali menikmati diriku disetubuhi oleh seorang laki-laki yang bukan suamiku. Sungguh sulit dipercaya, aku merasa hal ini sebagai suatu mimpi. Seorang laki-laki lain yang bukan suamiku kini sedang memasukkan alat kejantanannya ke dalam tubuhku dan aku pun sedang menggali semua kenikmatan darinya.

Klik <<<  Selanjutnya aku mulai menggoyang-goyangkan pinggulku dalam suatu putaran yang teratur mengikuti gerakan turun naik tubuhnya. Dengan garang Priyono terus-menerus menikamkan alat kejantanannya sedalam-dalamnya ke liang senggamaku secara bertubi-tubi. Alat kejantanannya dengan teratur keluar masuk dan naik turun di liang senggamaku yang membuka serta meremas dengan erat alat kejantanan itu. Aku merasakan persetubuhan yang sedang kami lakukan ini betul-betul sangat hebat. Dan kesemuanya ini disebabkan oleh alat kejantanan seorang laki-laki lain yang bukan suamiku. Selanjutnya Priyono mulai menghujamkan tubuhnya ke tubuhku semakin kuat dan semakin kencang. Kami jadi bergumulan dengan hebat di atas tempat tidur saling cabik mencabik tubuh masing-masing.

Klik <<<  Tubuh kami bersatu dan merenggang dengan hebat. Setiap hunjamannya membawaku ke suatu alam fantasi yang jauh entah dimana yang tidak pernah kuketahui dan belum pernah kualami sebelumnya. Yang aku tahu pada saat itu hanyalah suara desahan kenikmatan yang keluar dari mulut kami masing-masing. Tiba-tiba puncak dari itu semua, kurasakan alat kejantanannya yang berada dalam liang senggamaku menjadi sedemikian membesar dan tegang dengan keras. Liang senggamaku pun terasa berdenyut lebih keras lagi dan akhirnya aku merasakan suatu cairan yang hangat dan kental terpancar dari alat kejantanannya membanjiri liang senggamaku. Nafas Priyono dengan kuat menyapu wajahku. Saat yang mendebarkan itu berlangsung lama sekali.

Klik <<<   Sangat sukar aku lukiskan betapa kenikmatan yang kualami dari kesemuanya itu. Akhirnya kami terbaring dengan segala kelelahan namun dalam suatu alam kenikmatan lain yang belum pernah aku alami bersama suamiku. Yang terang ketika Priyono menarik alat kejantanannya dari liang senggamaku, aku merasakan ada sesuatu yang hilang dari dalam tubuhku. Sisa malam itu tidak kami sia-siakan begitu saja. Kami menghabiskan sisa malam itu dengan melakukan hubungan intim beberapa kali lagi bagaikan sepasang suami-istri yang sedang berbulan madu dalam suatu hubungan persetubuhan yang sangat dahsyat dan belum pernah kualami bersama suamiku selama ini. Kami terus berasyik-masyuk sampai saat-saat terakhir kami kembali ke rumah masing-masing ketika hari sudah menjelang subuh.

Klik <<<  Keesokan harinya ketika aku terbangun, aku merasa bagaikan seorang wanita yang baru dilahirkan kembali. Demikian pula suamiku. Aku merasakan adanya suatu kesegaran dan kecerahan lain dari yang lain dan penuh dengan semangat kegairahan hidup. Hal ini membawa pengaruh kepada hari-hariku selanjutnya. Aku merasa mendapatkan suatu horizon baru dalam kehidupan. Demikian juga suamiku, kurasakan cinta kasih kami semakin bertambah dari waktu-waktu sebelumnya. Kehidupan rumah tangga kami serasa lebih harmonis penuh dengan keceriaan dan kegembiraan daripada waktu-waktu yang lalu.

Klik <<<  Dengan demikian tidak mengherankan kiranya apabila aku dan suamiku terus menghadiri arisan itu beberapa kali dan selama itu pula aku telah dapat merasakan berbagai macam type alat kejantanan laki-laki dalam berbagai macam bentuk dan ukuran serta berbagai macam tehnik permainan hubungan kelamin dengan para suami orang lain. Akan tetapi yang penting dari kesemuanya itu, di lain keadaan, aku menyadari suatu hal yang selama ini tidak pernah terpikirkan maupun kubayangkan sebelumnya, bahwa alat kejantanan suami kita sendiri sesungguhnya juga mempunyai suatu keistimewaan tersendiri. Aku dapat mengetahuinya kesemuanya itu karena aku telah dapat membandingkannya dengan alat kejantanan dari suami-suami orang lain.

Cerita Dewasa ~ Nasib Malang Mahasiswi Manis Part 2

Jumat, 29 Mei 2015
www.emporium77.com


Klik <<<< Tio memulai dengan mengecup lembut bibir mungil ita,tangannya sudah sedari tadi sibuk bergerilya dipayudara ita,sementara satunya mengeksekusi vagina ita.kadang dia membuka lebar lubang itu dan mencubit klitoris ita yang membuat ita kesakitan.kadang pula jari itu menutup rapat kedua sisi payudara ita yang seolah-olah menjadi terjepit itu. Mulut tio mulai turun menuju ketiak ita sebelum akhirnya menuju payudara ita dan menghisapnya penuh gairah.tak ada rasa jijik samasekali dari tio,walaupun tubuh ita penuh dengan keringat dan sperma teman-temannya.namun justru wangi keringat itu membuat tio semakin mabuk kepayang.ita semakin kepayahan,tubuhnya lemas bagai tanpa tulang,sementara tio kian gencar merangsang setiap titik sensitif ditubuh ita.hal ini membuat ita beberapa kali mencapai klimaks,vaginanya terasa panas karena terus dikocok oleh jari tio.setelah puas menggerayangi ita,kini tio sudah siap untuk memasukan penisnya kedalam vagina ita.kini tio mulai mencari lubang kenikmatan ita untuk segera menikmatinya.

Klik <<<<  ach....akhirnya...gurih banget,memek kamu sempit banget,kontolku jadi anget." tio mulai meraju tak jelas. Genjotan tio hanya ditanggapi dingin oleh ita,dia hanya bisa diam tanpa gerakan berarti. Makin lama makim cepat,kadang tak hanya gerakan maju mundur tapi juga memutar,kadang tio juga berhenti sejenak untuk mengatur nafas,nampak lelehan bening diselangkangan ita yang menandakan dia telah beberapa kali orgasme.namun tio masih saja menggenjotnya penuh semangat.hingga akhirnya tio melengkuh panjang dan tangannya meremas payudara ita dengan kuat tanda dia mau orgasme.. "ah..ah..ah..ah...ah.." tio melengkuh panjang menandakan spermanya telah berhasil membasahi vagina ita.kemudian dia mencabut penisnya dan mengeluarkan sisa sperma dipayudara dan mulut ita,dia memaksa ita untuk membersihkan sperma yang ada dipenisnya. "ayo sayang,isep kontolku..bersihin pejuku..."perintah tio.

Klik <<<<  Tanpa pilihan,ita membuka mulutnya dan mulai mengulum penis tio. Setelah puas,tio istirat disamping ita sambil mengatur nafas.tangannya tak lepas dari payudara ita yang begitu menggoda.kini payudara itu berwarna merah karna tak henti-hentinya diremas.setelah merasa cukup,tio bangkit untuk memberikan kesempatan kepada agus. Agus langsung menindih ita bukan dengan cara halus,namun dia langsung membantingkan tubuhnya keatas tubuh ita mirip adegan smack-down.ita yang sudah lemas tentu saja terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu.tubuhnya serasa sesak,karena sudah cukup lama menunggu,tanpa pemanasan agus langsung menghujamkan penisnya kedalam vagina ita dan langsung menggentotnya.tak butuh waktu lama untuk agus mencapai klimaks,tubuh ita yang menduduki penisnya terus digerakan naik turun,menyebabkan payudara ita berguncang hebat dan mengundang siapa saja yang melihat untuk meremasnya.

Klik <<<< Akhirnya klimaks agus datang juga,ita yang sudah lemaspun langsung ambruk ketubuh agus,punggung ita menempel didada agus,sementara tangan agus meremas payudara ita yang berada diatasnya.sedang yang satunya menggosok klitoris ita untuk menuntaskan klimaksnya.terasa becek vagina ita karena sperma agus cukup banyak yang keluar.setelah puas,agus bangkit dan meninggalkan ita yang kini berbaring telungkup dan lemas,sementara ke empat pria tersebut duduk disofa sambil menatap tubuh mungil nan indah milik ita.mereka tak menyangka dapat meniduri ita wanita berjilbab yang dikenal santun dan ramah.namun penderitaan ita belum selesai karena ke empat pria tersebut masih menginginkan vagina ita.sambil menunggu kondisi pulih,mereka tidur satu ranjang dengam ita.tangan merekapun terus bergerilya didaerah sensitif milik ita.

Klik <<<<  sampai satu persatu dari mereka tertidur dengan tangan masih berada ditubuh ita.bahkan tangan heri masih berada divagina ita.jelas hal ini sangat mengganggu.namun karena dia sudah lelah,ita akhirnya terlelap juga. Sekitar pukul 02.00 dini hari,agus terbangun dari tidurnya dia merasakan ada benda kenyal dan empuk ditangannya.ternyata itu adalah payudara ita yang masih terlelap.agus memandang wajah ita yang terlelap dengan jilbab dikepalanya.betapa manis dan cantiknya wajah itu.kemudian dia mulai meremas payudara milik ita,tentu saja hal itu membuat ita terkejut dan bangun dari tidurnya.tak hanya itu,semua yang ada disitupun ikut terbangun bahkan heri yang dari semalam jarinya berada divagina ita langsung menyodoknya.jeritan dan tangisan itapun kembali pecah. "toloongg...jangaaan..saya udah cape..."rintih ita.

Klik <<<<  Namun tanpa ampun mereka terus menggerayangi tubuhnya.bahkan mereka sudah bersiap untuk memperkosa ita.kali ini mereka akan main secara keroyokan.dini hari memang waktu yang sangat menggairahkan.mereka mengangkat tubuh ita,sementara tio sudah terlentang menunggu vagina ita. "ayo cepat masukin,kontol gue pengen ngebor memeknya lagi."perintah tio. Kemudian mereka memapah ita kemudian mengarahkan vagina ita ke penis tio.kemudian dari arah belakang heri mulai mengarahkan penisnya ke pantat ita,sementara doni memaksa membuka mulut ita dan memasukan penisnya kesana.agus mengarahkan tangan ita dan mengarahkan untuk mengocok penisnya.mereka terus menggarap tubuh ita dan mengejar klimaks masing masing.sepertinya mereka tak memperdulikan kondisi ita yang lemas.kondisi pagi hari yang sepi menambah sensasi erotis dikamar itu.selang berapa lama,heri mulai mencapai klimaks disusul tio,agus kemudian doni.mereka saling bertukar posisi hingga akhirnya mereka lemas dan mengakhiri permainannya.kini tubuh ita kembali berlumur sperma dan keringat.namun itu semua belum berakhir karena hari masih panjang dan esok adalah hari minggu.jadi mereka masih punya banyak kesempatan untuk meniduri ita. Pagi akhirnya datang,mereka terbangun sekitar pukul 08.00.

Klik <<<<  rasa pegal dan lemas tentu melanda mereka semua,terlebih ita yang menjadi pelampiasan keempat pria tersebut. Mereka menggendong ita dan membawanya kekamar mandi doni,karna ukurannya yang mewah dan cukup luas,memungkinkan mereka masuk semua kesana.tio mulai memutar kran shawer,sekita air dingin mengalir mengenai tubuh ita membuat dia tersentak,mereka mengkerubuti ita dan berebut untuk menyabuninya.jilbab yang dari kemarin melekatpun mulai dicopot,kini nampak jelas rambut pendek sebahu ita yang telah basah,kemudian heri mengambil shampo dan mulai mengkeramasi rambut ita. namun tak hanya rambut yang dikepala,rambut vagina ita juga ikut dikeramasi bahkan disela aktivitasnya,heri masih sempat meremas payudara ita dan memagut bibir ita,posisinya yang berada dibelakang tubuh ita membuat penisnya menempel dipantat ita yang sekal.tak dapat dihindari lagi.penis heripun mulai mencari lubang anus milik ita untuk disodomi.dalam posisi berdiri ita kembali mengalami pelecehan seksual,bahkan kini agus mulai maju dan mengangkat kaki kanan ita untuk kemudian memasukan penisnya kelubang vagina ita.

Klik <<<<  kini ita diapit oleh dua orang pria dibawah siraman air yang dingin.setelah heri dan agus selesai,kini giliran tio dan dino.tubuh ita lemas setelah beberapa kali klimaks,andai tio tak menopang tubuhnya mungkin dia sudah ambruk tak berdaya.tio mendapat anus ita sementara dino mendapat vagina.setelah masing masing mencapai klimaks,mereka mendudukan ita dipinggir bath-up.agus mengambil cukuran jenggot milik dino hendak mencukur bulu vagina ita. "ayo manis,dicukur dulu jembutnya biar tambah imut..hehehe..!"kata agus. Heri dan tio pun membuka kaki ita lebar-lebar.sementara dino mengoleskan krim disekitar vagina ita.kini agus sudah siap untuk mencukur bulu vagina ita.ita yang nampak tak setuju mencoba menutup kakinya,namun peganan heri dan tio dikakinya begitu kuat hingga membuat usahanya sia-sia. Selang satu menit,agus sudah selesai mencukur bulu kemaluan ita.kemudian mereka memapah ita dan menepatkannya didepan cermin yang besar hingga membuat pantulan tubuhnya terlihat jelas.

Klik <<<< "gimana cantik,bagus ga hasil karyaku?"tanya agus sambil mencubit vagina ita yang kini plontos. Lagi-lagi ita hanya menangis dan meratapi nasibnya.sekitar pukul 09.00 akhirnya mereka selesai mandi,namun tak ada satupun yang berpakaian.semuanya masih bugil termasuk ita yang kini juga sudah tidak mengenakan jilbab lagi,bahkan tubuh bugil itu dibiarkan basah oleg mereka.karna menurut mereka,tubuh ita menjadi semakin sexy. Dengan tubuh basah dan bugil,mereka membawa ita kedapur mereka ingin ita memasak sesuatu untuk mereka.akhirnya ita memasak nasi goreng untuk mereka,disela-sela aktivitasnya memasak,mereka juga bergantian jongkok dibawah ita untuk menjilati vaginanya dan memainkan klitorisnya dengan jari mereka.tak jarang,ketika mencapai klimaks ita merasa lemas dan hampir terjatuh.heri dan teman-temannya juga bergantian mengemut payudara ita.

Klik <<<<  Setelah makanan siap,mereka memapah ita dan membaringkannya dimeja makan.disekelilin ita ditaruh berbagai lauk pauk,bahkan heri menaruh ice cream divagina,payudara dan perut ita.setelah itu,dia juga menuangkan susu kental manis disekujur tubuh ita dari kepala sampai kaki.tentu saja ini terasa amat menyiksa bagi ita,karna dia harus menahan dinginnya ice cream didaerah sensitifnya.namun tak demikian dengan ke empat pria yang ada bersama ita,disela-sela mereka menikmati makanan,mereka juga menikmati ice cream serta susu kental manis yang berada ditubuh ita. "wah,ini ice cream terenak yang pernah gue rasain.ice cream rasa memek!" komentar tio. "apalagi ini,susu rasa susu hahahaha!" sambung agus yang sedang menjilati susu kental manis yang berada dipayudara ita. Selesai makan,mereka mempersilahkan ita untuk makan,namun kali ini menunya khusus.mereka mencampur nasi yang akan dimakan oleh ita dengan sperma mereka berempat. "ayo,sarapan nasi campur peju pasti sehat!

Klik <<<<  celoteh doni. Ita juga tak boleh turun dari meja,dia harus makan dalam posisi merangkak seperti anjing.tentu saja ita merasa terhina dan sedih mendapatkan perlakuan tersebut. "tolong hentikan,kapan kalian akan melepaskanku?"tanya ita lirih. Namun tak ada satupun yang menjawab.doni dan heri yang duduk disebelah kanam ita langsung meremas payudara ita yang menggantung dengan indah sementara agus dan tio dipayudara satunya lagi. Setelah itu,tio bangkit dan mengambil sesuatu dilemari es.ternyata dia mengambil dua batang mentimun,langsung tia mengangkat satu kaki ita dari samping dan memasukan batang mentimun itu kevagina ita.tentu saja hal itu membuat ita kaget dan memekik. "aaaaawww.....aaahhhh.....apa yang kalian lakukan?

Klik <<<< pekik ita. Kembali vagina ita merasa amat dingin,dia juga merasakan sakit karena vaginanya yang masih kering dan tekstur timun yang tidak halus.heri mulai tertarik akan hal tersebut lalu mengambil sebuah wortel dan langsung memasukannya keliang anus milik ita.sementara ita yang belum menyelesaikan makannya dipaksa mengulum batang penis milik agus.sementara doni menikmati kedua payudara ita yang menggantung bebas.setelah beberapa menit,cairan vagina ita mulai mengalir,kemudian tio mencabut timun yang berada didalam vagina ita dan memaksa ita untuk memakanya. "ayo manis,rasakan mentimun rasa memek dan peju!" perintah tio dengan sedikit memaksa. Tak hanya itu,heri juga memaksa ita untuk memakan wortel yang tadi dimasukan kelubang anus ita.setelah selesai,mereka kembali berpindah tempat,kali ini mereka menuju keruang tengah.agus yang menggendong ita didepan tak mau kehilangan kesempatan dia memasukan penisnya kevagina ita dalam posisi berdiri dan berjalan.payudara ita bergesekan dengan dada agus yang berbulu.

Klik <<<< sesampainya diruang tamu,agus yang belum klimaks langsung memepet tubuh ita ditembok kemudian dia semakin cepat menggenjotnya.akhirnya agus klimaks juga dia langsung lemah dan menjatuhkan ita dari gendongannya,itapun langsung duduk tak sanggup berdiri karena kaki yang sudah lemas. Tio menyeret tubuh ita dan disuruh melakukan oral sex kepada mereka semua yang kini sudah duduk disofa panjang.tanpa pilihan ita melakukan hal tersebut sambil terkadang juga disuruh mengocok batang penis mereka.tak hanya dimulut,mereka juga mengeluarkan sperma diluar yang mengenai rambut.wajah,leher serta payudaranya.setelah selesai tio mengangkat tubuh ita dan mendudukannya diatas penisnya.dia menggenjot dengan penuh semangat,payudara ita yang berguncang membuat tio gemas kemudian meremasnya dan terkadang menggigit puting ita. "aw...sakiiiitt....!"

Klik <<<< rintih ita yang merasa tio meremas payudaranya begitu keras. Setelah klimaks,ita harus melayani heri dan doni semetara agus sudah mendapat jatah pertama.setelah selesai semua,itapun lemas tubuh bugil dan mungilnya kini tergolek lemah dikarpet,tubuhnya penuh dengan sperma dan bekas merah,terutama dibagian payudaranya. Merekapun terus menggilir ita sampai malam,kadang diruang tamu.didapur,tangga dan berbagai tempat dirumah itu. Mereka juga sempat mendandani ita menggunakan seragam smu,karna tubuh dan wajahnya yang imut dia masih terlihat pantas mengenakan seragam smu. sementara mereka berempat berperan sebagai gurunya.ita kembali digenjot bergilir dengan kemeja putih dan rok abu-abu masih melekat pada dirinya.setelah cukup puas memperkosa dan menyiksa ita,akhirnya mereka mengantarkan ita kembali ke kost-annya.sejak saat itu,mereka bebas menikmati tubuh ita dimanapun kapanpun.bahkan mereka sempat mengeroyok ita di toilet kampus.itapun harus siap melayani mereka baik semua ataupun perorangan. Itulah sekelumit kisah wanita cantik nan imut yang mengalami nasib tragis.

Cerita Dewasa ~ Nasib Malang Mahasiswi Manis Part 1




Klik <<<< Sungguh malang nasib ita,mahasiswi yang berwajah manis dan bertubuh mungil itu harus mengalami nasib yang tragis.dia diperkosa bergilir oleh teman kampusnya.ita yang kuliah disebuah kampus di kota "P" memang memiliki kesempurnaan tubuh yang mampu memikat siapa saja dari kaum adam wajahnya yang manis,tubuh yang padat berisi,postur mungilnya serasi dengan sepasang payudara yang bulat dan tidak terlalu besar serta rambut pendek sebahu semakin menambah kecantikannya.sifatnya yang mudah bergaul memungkinkan dia banyak teman baik cewe atau cowo.dikampus dan pergaulannya dia sering mengenakan jilbab,walau begitu jika sedang dirumah dia tak berjilbab dan berpakain santai seperti cewe kebanyakan. Kejadiam bermula pada hari sabtu siang ketika ita baru saja pulang dari kampus dan hendak beristirahat.tiba-tiba hp miliknya berdering.dilayar tercantum nama doni.dia adalah teman kampus ita. "halo don,ada apa?".sapa ita. "holo juga,ga aku cuma mau ngajak kamu belajar bareng dirumahku!"jawab doni. "sama sapa aja?" tanya ita lagi.

Klik <<<<   sama aku,heri,tio,agus terus evi,ika sama tika juga ikut".jelas doni. Karna merasa ada cewe lain yang ikut akhirnya ita pun mengiyakan ajakan doni. Sekitar pukul 3 sore dia menuju rumah doni yang berjarak tak jauh dari kost-kostan ita.dia mengenakan jilbab hitam serta kaus lengan panjang berwarna merah muda serta celana jeans yang makin membuat lekuk tubuhnya terlihat walau dia berjilbab. Berapa saat kemudian ita sampai dirumah doni disana sudah ada agus,tio dan heri namun dia belum melihat ada cewe yang datang. "eh kalian dah nyampe,mana vivi sama yang lain?"tanya ita. Mereka tak menjawab pertanyaan ita.agus langsung bangkit dan mengunci pintu sedangkan tio,heri dan doni menghampiri ita yang berdiri kebingungan. "eh,apa-apaan ini?apa yang akan kalian lakukan?".ita mulai panik dengan keadaan ini. "tenang sayang,kita akan bersenang senang sampai pagi!"doni menimpali ita dengan senyum yang aneh.

Klik <<<<  Sementara tio dan heri mulai menghampiri ita dan memegang kedua tangan ita.agus langsung maju dan memeluk ita dan memaksa memagut bibir mungil ita.tio dan heri mulai bergerilya dipayudara mungil ita yang menawan.doni tak mau kalah dia memeluk ita dari belakang tangannya bergerilya kedaerah selangkangan ita,mengelus vagina ita dari luar.doni mulai mencari retsleting celana jeans ita untuk membukanya.ita tak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya dipegang erat oleh tio dan heri.sementara agus yan memagut bibirnya membuat dia susah bernafas. Akhirnya doni berhasil membuka celana jeans milik ita dan menurunkannya sampai batas mata kaki.doni kembali berdiri dan kembali meraba vagina ita.kali ini dia langsung menyentuh vagina ita melalui celah CD warna krem milik ita. "wah,memek kamu anget banget,jembutnya juga halus!".komentar doni. Tio dan heri tak mau kalah mereka mulai melucuti kaos yang dikenakan ita,agus pun berhenti memagut ita untuk memudahkan tio dan heri membuka kaos ita.kiti ita berdiri dengan jilbab dan bh serta cd saja,dikelilingi oleh 4 pria yang menatapnya dengan buas seolah-olah siap menghabisi mangsanya. "bener-bener mulus nih cewe,susunya juga montok".

Klik <<<< komentar heri. Ita yang merasa risih langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menutup payudara dan vaginanya. "wah,jangan malu-malu gitu dong,kamu khan cantik".timpal tio. Kemudian agus mendekat dan memeluk tubuh ita tangannya bergerilya dipunggung ita untuk mencari pengait bh ita.kemudian tanpa ragu-ragu agus membuka bh hitam milik ita.semua pria menatap kagum pada payudara ita yang ranum dengan pentil merah muda yang terlihat begitu segar dan menggoda. Tanpa komando mereka mengerubuti tubuh bugil ita.doni dan agus berbagi payudara ita sementara tio melepas cd ita dan mulai memainkannya dia menjilat dan membuka vagina ita dengan kedua jarinya tak lupa dia juga menggosok klitoris mungil milik ita.sementara tio memeluk ita dari belakang dan mencium bibir ita dengan semangat.beberapa kali mereka berpindah peran hingga semua mencicipi bibir,payudara,vagina dan pantat sekal ita.entah sudah berapa kali ita orgasme,tubuhnya terasa lemas.mungkin jika tak ditopang oleh agus,ita sudah jatuh lemas.seluruh tubuhnya basah oleh keringat yang semakin memancarkan aroma khas yang menggoda pria disekitarnya.mereka sudah merasakan cairan vagina ita yang manis dan gurih,sudah hampir 30 menit mereka menggerayangi ita diruang tamu dalam posisi berdiri.hingga akhirnya doni mengambil gelang besi yang terikat tambang.

Klik <<<<  kemudian dia memasangkan gelang itu dikaki kanan ita,kemudian doni menarik tambang dan memaksa ita yang lemah untuk melangkah.doni membawa ita ke kamarnya.disana ada tempat tidur yang cukup luas.kemudian doni memasang gelang lagi dikedua tangan ita kemudian mengaitkan dengan tambang untuk menggantungkan ita.kembali ita akan diperkosa dalam keadaan berdiri.kini kondisinya lebih parah karena tangannya terikat keatas yang semakin mengekspos keindahan tubuhnya.ketiaknya juga menjadi daya tarik tersendiri. Kini keempat pria itu sudah bugil,ita semakin takut diapun memejamkan mata dan meneteskan air mata.dia tak sanggup membayangkan bagaimana nasibnya nanti.jilbab hitam milik ita masih setia menemaninya walau sudah acak-acakan. "saatnya ngentot memek".suara heri menggentarkan hati ita yang tak berdaya.

Klik <<<<  Kembali mereka mendekati tubuh ita,agus mejelajahi wajah dan leher ita sebelum akhirnya berhenti dibibir mungil ita.sementara doni dan tio berbagi payudara ita,sedangkan heri duduk dibawah diantara selangkangan ita kemudian mengangkat kedua kaki ita yang tergantung keatas pundaknya kemudian dengan rakusnya dia menjilati vagina perawan ita yang masih berbentuk garis lurus dan ditumbuhi sedikit rambut halus diatasnya.mereka terus menyerbu tubuh mungil nan mulus milik ita hingga tak terhitung berapa kali ita orgasme dan berapa kali mereka orgasme yang jelas kini tubuh ita penuh dengan sperma milik keempat pria tersebut,setelah hampir 1 setengah jam mereka menggerayangi ita mereka mulai lemas,merekapun beristirahat dan membiarkan tubuh ita tergantung lemas dengan telapak kaki agak menjijit tak sampai dilantai.melihat ada karet gelang dan jepit jemuran ide mesum agus tiba-tiba muncul. "kayaknya kalo pentil sama itil kamu dikasih ini pasti tambah cantik". Kata agus sambil mendekati ita. Ita tak percaya dan menggelengkan kepala tanda tak setuju.

Klik <<<<  jangan,tolong jangan please...."ucap ita penuh iba agar agus tak melakukan hal itu. Namun hal itu tak berpengaruh pada agus dia mendekati ita dan menyingkap ujung jilbabnya yang menutupi sebagian payudaranya.agus mulai mengikat puting ita dengan karet kemudian menjepitnya dengan jepitan jemuran.sungguh pedih sekali,itapun kembali menitikan air mata menahan sakit.sementara tio,doni dan heri hanya tertawa menyaksikan keisengan temannya sambil masing2 memegang penisnya untuk onani.namun itu belum selesai,agus kemudian jongkok dan membuka bibir vagina milik ita dengan jarinya untuk mencari klitorisnya.setelah ketemu tanpa permisi agus langsung menjepitkan penjepit jemuran di klitoris mungil ita.yang terdengar selanjutnya adalah erangan memilukan dari mulut ita yang menahan sakit dan perih,namun hal itu justru menjadi lagu yang merdu penuh nafsu bagi agus dan kawan kawan.setelah selesai mengerjai ita,agus kembali duduk dilantai bersama tio dan yang lainnya sambil menatap diri ita yang tergantung tak berdaya dengan jilbab hitam dan airmata yang terus mengalir serta penjepit jemuran dipayudara dan vagina ita. "gimana rasanya memek sama payudara dijepit gitu?sakit ga?

Klik <<<<   celoteh tio. Ita hanya menunduk dan memejamkan matanya. Hampir 20 menit digantung dengan puting dan klitoris dijepit membuat ita lemas dan mati rasa. "eh,siapa nih yang dapet memek perawan punya ita?". Suara tio tersebut jelas menimbulkan rasa takut pada diri ita.menyadari dirinya akan kehilangan keperawanannya dengan tragis. "ya gue dulu lah,kan gue yang punya rumah".protes doni. "tapi kan gue yang punya ide".jelas tio. Akhirnya merekapun berdiskusi hingga akhirnya heri memberi usul. "gimana kalo kita main kartu aja yang menang duluan berarti yang dapet memek ita pertama". Merekapun menyetujuinya,akhirnya mereka melepaskan ikatan ita kemudian merebahkannya dilantai keramik.mereka hendak mejadikan ita sebagai "meja"permainan kartu mereka.dinginnya lantai keramik begitu terasa menusuk ditubuh ita,setelah itu mereka berempat mulai duduk mengelilingi ita.doni disamping kanannya sementara tio disebelah kirinya kemudian heri berada diatas kepala ita dan agus berada diantara selangkangan ita.permainan pun dimulai,ditengah permainan mereka juga mencuri-curi kesempatan untuk menjamah tubuh ita bahkan doni dan tio yang berada disamping ita menuntun ita untuk memainkan penis mereka masing-masing.doni dan tio merasakan nikmat yang luar biasa ketika tangan mulus ita menyentuh penis mereka.beberapa saat kemudian,heri menang disusul doni tio kemudian agus.itu artinya herilah yang beruntung menyicipi vagina ita untuk pertama kalinya.

Klik <<<<  Tanpa basa-basi heri menyeret ita keranjang empuk milik doni.disinilah heri akan mengambil keperawanan ita disaksikan oleh ketiga temannya. Heri langsung menindih tubuh mungil ita,dada heri menindih payudara ita yang padat berisi,penisnya bergerilya dipermukaan vagina ita.heri mengerang nikmat dan memandangi wajah ita yang sedang memejamkan mata merasa ketakutan.jilbab hitamnya sudah lecek dan basah oleh airmata,keringat dan sperma mereka berempat. Heri mulai mencari lubang vagina ita untuk dimasuki oleh penisnya,mulutnya masih mencium bibir ita serta tangannya meremas payudara ita.penis heri mulai menemukan apa yang dicari perlahan mulai didorongnya penis itu makin dalam,ita merasa penis itu terlampau besar untuk vaginanya diapun kembali memejamkan matanya lebih erat,sementara penis heri makin masuk kedalam vaginanya. "ah...wah,bener-bener sempit nih memeknya ita,anget lagi".celoteh heri yang membuat teman-temannya iri.

Klik <<<<  Akhirnya penis heri sudah masuk seluruhnya kedalam vagina ita.nampak darah segar mengalir dari vagina milik ita yang menandakan bahwa dia masih perawan. "aahhh.......sakiiitt....periiihh....!".rintih ita yang nyaris tak terdengar. Heri sejenak berhenti dan menikmati sensasi lubang sempit itu. "tenang sayang,sebentar lagi juga enak kok...memek kamu bener-bener sempit.!"heri berujar sambil tangannya tak henti bergerilya dipayudara milik ita. Sementara itu,sambil menunggu giliran,dino,agus dan tio beronani sambil menonton pertunjukan hot secara live. Setelah cukup lama terdiam akhirnya heri mulai menggerakan penisnya perlahan-lahan namun dengan tempo yang terus bertambah. "ahh...ah...ahh..uh...uh...sudah cukup hentikan panaas...periiih....cukuup...!".jerit ita histeris. Hal ini wajar karena selain ini yang pertama baginya,ukuran penis doni dan kondisi vagina yang masih sempit dan kering juga ikut berpengaruh menambah rasa sakit. Sementara itu,heri makin intens menggenjot vagina ita diselingi dengan mengecup bibir mungil ita dan meremas atau melumat payudara ita. Sudah hampir 20 menit heri menggenjot ita,vagina ita juga sudah mulai licin oleh cairan cinta dari vaginanya. Akhirnya heri mempercepat genjotannya.ita semakin erat meremas sprei dan bantal yang ada ditangannya.hingga akhirnya heri mencapai klimaks.

Klik <<<<  "ah...telan pejuku,telan semua,masukin ke memek kamu".erang heri. Akhirnya heri berbaring lemah diatas tubuh mungil ita sebelum penisnya mengecil dan menyabutnya. Kini ita sudah lemah sekujur tubuhnya penuh keringat.tak ada lagi wangi parfum yang tersisa,jilbabnya juga basah oleh keringat dan airmatanya.sementara itu,lelehan darah bercampur sperma mengalir dari lubang vaginanya. Namun,penderitaannya belum usai,masih ada tiga pria yang menanti untuk dipuaskan. "giliran gue nih!"sorak doni dengan riang. Doni segera menghampiri tubuh ita yang sudah lemas.tak lupa doni mengambil cd milik ita,cd itu ia gunakan untuk membersihkan vagina ita yang penuh dengan bekas sperma heri dan darah perawan ita.setelah itu,doni tidur terlentang dan segera mengangkat tubuh ita untuk menindihnya.rupanya doni ingin memperkosa ita dalam posisi women on top.ita yang sudah lemas menurut saja ketika doni menariknya dan meletakannya diatas tubuh doni,setelah itu,doni mulai mengecup kening,pipi dan tentu saja bibir ita yang sangat menggoda itu. Tangan kanannya berada dipayudara sintal milik ita sementara tangan kirinya sibuk mencari klitoris ita disela vaginanya,dia ingin vagina ita basah dahulu sebelum dia memasukan penisnya.rupanya cara itu cukup ampuh,beberapa saat kemudian dia merasa jari tangannya mulai basah oleh cairan cinta itu. "akhirnya keluar juga,gimana enak ga?

Klik <<<<  nih kamu jilat jariku bekas memek kamu!".perintah doni sambil memaksa ita untuk membuka mulut dan memasukan jarinya. Ita pun akhirnya menjilat jari tangan doni dengan rasa jijik. "saatnya mulai....nih,rasain kontol ku yang bakal ngebor dimemek kamu." seru doni. Akhirnya perlahan doni memasukan penisnya kedalam vagina ita,cairan yang keluar jelas sangat membantu.penis itu terasa mudah menerobos vagina ita.setelah masuk seluruhnya doni mulai menggenjot tubuh ita,hal itu membuat pantat ita yang bulat padat bergoyang penuh gairah dimata agus,tio serta heri.kemudian agus yang tak tahan menghampiri mereka dan langsung mencium pantat ita,tak hanya itu,agus mulai meludahi pantat ita dan jarinya setelah itu dia mulai memasukan jarinya kedalam lubang dubur ita yang sangat sempit.jelas hal ini membuat ita sangat kesakitan,apalagi tak hanya satu jari yang masuk namun dua sekaligus jari telunjuk dan jari tengah agus. "aduuuh....sakiiit....!!!".jerit ita yang merasakan ada benda asing dikedua lubang pribadinya. Doni dan agus terus mengerjai kedua lubang milik ita,doni merasa ita sudah dua kali orgasme,sekarang tubuh ita lemas dan hanya pasrah menerima perlakuan mereka.akhirnya doni merasa akan mencapai klimaks.

Klik <<<<  "ah....ah...ah...aku nyampe,memek kamu gurih banget ta." lengkuh doni. Kemudian doni mendorong ita hingga akhirnya ita terlentang disebelahnya kemudian doni segera bangkit dan langsung memuntahkan sperma dipayudara dan wajah ita. "ayo mandi dulu pake peju aku biar tambah cantik."ejek doni. Kini kedua payudara ita serta wajah ita penuh dengan sperma doni.sekarang penis doni berada dipermukaan vagina ita untuk menyelesaikan klimaksnya.setelah itu,tangan doni mengambil ujung jilbab ita untuk mengelap batang penisnya dan mengelap wajah imut ita yang berlumpuran spermanya. Ita kini hanya mampu memejamkan mata sambil menangis meratapi nasibnya.setiap hela nafasnya membuat payudaranya bergerak sangat menawan dan menggoda mereka berempat.sebelum giliran tio tiba, mereka mengerubuti ita untuk nyusu dipayudara kenyal itu,bahkan agus yang gemas meremas payudara ita dengan cukup keras yang membuat ita merintih kesakitan.setelah puas,mereka memberi kesempatan kepada tio untuk mengambil alih permainan. "sekarang gilirang gue,tenang sayang,aku bakalan bermain halus kok".

Cerita Dewasa ~ Varia Janda Cantik Tionghoa

Rabu, 27 Mei 2015

www.emporium77.com


Klik <<< Peristiwa itu bermula ketika aku berkeinginan untuk mencari tempat kos-kosan di Surabaya. Pada saat itu, pencarian tempat kost-kostan ternyata membuahkan hasil. Setelah aku menetap di tempat kost- kostan yang baru, aku berkenalan dengan seorang wanita, sebut saja namanya Varia. Usia Varia saat itu baru menginjak 30 tahun dengan status janda Tionghoa beranak satu. Perkenalanku semakin berlanjut. Pada saat itu, aku baru saja habis mandi sore. Aku melihat Varia sedang duduk-duduk di kamarnya sambil nonton TV. Kebetulan, kamarku dan kamarnya bersebelahan. Sehingga memudahkanku untuk mengetahui apa yang diperbuatnya di kamarnya. Dengan hanya mengenakan handuk, aku mencoba menggoda Varia.

Klik <<< Dengan terkejut ia lalu meladeni olok-olokanku. Aku semakin berani mengolok-oloknya. Akhirnya ia mengejarku. Aku pura-pura berusaha mengelak dan mencoba masuk ke kamarku. Eh.. ternyata dia tidak menghentikan niatnya untuk memukulku dan ikut masuk ke kamarku. “Awas kau.. entar kuperkosa baru tahu.. ” gertaknya. “Coba kalau berani..” tantangku penuh harap. Aku menatap matanya, kulihat, ada kerinduan yang selama ini terpendam, oleh jamahan lelaki. Kemudian, tanpa dikomando ia menutup kamarku. Aku yang sebenarnya juga menahan gairah tidak membuang-buang kesempatan itu. Aku meraih tangannya, Varia tidak menolak.

Klik <<< Kemudian kami sama-sama berpagutan bibir. Ternyata, wanita cantik ini sangat agresif. Belum lagi aku mampu berbuat lebih banyak, ternyata ia menyambar handuk yang kukenakan. Ia terkejut ketika melihat kejantananku sudah setengah berdiri. Tanpa basa-basi, ia menyambar kejantananku serta meremas-remasnya. “Oh.. ennaakk.. terussh..” desisanku ternyata mengundang gairahnya untuk berbuat lebih jauh. Tiba-tiba ia berjongkok, serta melumat kepala kontolku. “Uf.. Sshh.. Auhh.. Nikmmaat..” Ia sangat mahir seperti tidak memberikan kesempatan kepada untuk berbuat tanya. Dengan semangat, ia terus mengulum dan mengocok kontolku. Aku terus dibuai dengan sejuta

Klik <<<kenikmatan. Sambil terus mengocok, mulutnya terus melumat dan memaju-mundurkan kepalanya. “Oh.. aduhh..” teriakku kenikmatan. Akhirnya hampir 10 menit aku merasakan ada sesuatu yang mendesak hendak keluar dari kontolku. “Oh.. tahann.. sshh. Uh.. aku mau kkeluaar.. Oh.. ” Dengan seketika muncratlah air maniku ke dalam mulutnya. Sambil terus mencok dan mengulum kepala kontolku, Varia berusaha membersihkan segala mani yang masih tersisa. Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Varia tersenyum. Lalu aku mencium bibirnya. Kami berciuman kembali. Lidahnya terus dimasukkan ke dalam mulutku. Aku sambut dengan mengulum dan menghisap lidahnya.

Klik <<< Perlahan-lahan kejantananku bangkit kembali. Kemudian, tanpa kuminta, Varia melepaskan seluruh pakaiannya termasuk bra dan CDnya. Mataku tak berkedip. Buah dadanya yang montok berwarna putih mulus dengan puting yang kemerahan terasa menantang untuk kulumat. Kuremas-remas lembut payudaranya yang semakin bengkak. “Ohh.. Teruss Ted.. Teruss..” desahnya. Kuhisap-hisap pentilnya yang mengeras, semnetara tangan kiriku menelusuri pangkal pahanya. Akhirnya aku berhasil meraih belahan yang berada di celah-celah pahanya. Tanganku mengesek- geseknya. Desahan kenikmatan semakin melenguh dari mulutnya. Kemudian ciumanku beralih ke perut dan terus ke bawah pusar. Aku membaringkan tubuhnya ke kasur. Tanpa dikomando, kusibakkan pahanya. Aku melihat vaginanya berwarna merah muda dengan rumput-hitam yang tidak begitu tebal.

Klik <<< Dengan penuh nafsu, aku menciumi memeknya dan kujilati seluruh bibir kemaluannya. “Oh.. teruss.. Ted.. Aduhh.. Nikmat..” Aku terus mempermainkan klitorisnya yang lumayan besar. Seperti orang yang sedang mengecup bibir, bibirku merapat dibelahan vaginanya dan kumainkan lidahku yang terus berputar-putar di kelentitnya seperti ular cobra. “Ted.. oh.. teruss sayangg.. Oh.. Hhh.” Desis kenikmatan yang keluar dari mulutnya, semakin membuatku bersemangat. Kusibakkan bibir kemaluannya tanpa menghentikkan lidah dan sedotanku beraksi. “Srucuup-srucuup.. oh.. Nikmat.. Teruss.. Teruss.. ” teriakannya semakin merintih. Tiba-tiba ia menekankan kepalaku ke memeknya, kuhisap kuat lubang memeknya. Ia mengangkat pinggul, cairan lendir yang keluar dari memeknya semakin banyak. “Aduhh.. Akku.. keluuaarr.. Oh.. Oh.. Croot.. Croot. ” Ternyata Varia mengalami orgasme yang dahsyat. Sebagaimana yang ia lakukan kepadaku, aku juga tidak menghentikan hisapan serta jilatan lidahku dari memeknya. Aku menelan semua cairan yang kelyuar dari memeknya. Terasa sedikit asin tapi nikmat.

Klik <<< Varia masih menikmati orgasmenya, dengan spontan, aku memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang basah. Bless.. “Oh.. enakk..” Tanpa mengalami hambatan, kontolku terus menerjang ke dalam lembutnya vagina Varia. “Oh.. Variaa.. sayang.. enakk.” Batang kontolku sepeti dipilin-pilin. Varia yang mulai bergairah kembali terus menggoyangkan pinggulnya. “Oh.. Ted.. Terus.. Sayang.. Mmhhss..” Kontolku kuhujamkan lagi lebih dalam. Sekitar 15 menit aku menindih Varia.. Lalu ia meminta agar aku berada di bawah. “Kamu di bawah ya, sayang..” bisiknya penuh nikmat. Aku hanya pasra. Tanpa melepaskan hujaman kontolku dari memeknya, kami merobah posisi. Dengan semangat menggelora, kontolku terus digoyangnya. Varia dengan hentakan pinggulnya yang maju- mundur semakin menenggelamkan kontolku ke liang memeknya. “Oh.. Remas dadaku.. Sayaangg. Terus.. Oh.. Au.. Sayang enakk..” erangan kenikmatan terus memancar dari mulutnya. “ Oh.. Varia.. terus goyang sayang..”

Klik <<< teriakku memancing nafsunya. Benar saja. Kira-kira 15 menit kemudian goyang pinggulnya semakin dipercepat. Sembari pinggulnya bergoyang, tangannya menekan kuat ke arah dadaku. Aku mengimbanginya dengan menaikkan pinggulku agar kontolku menghujam lebih dalam. “Tedii.. Ah.. aku.. Keluuaarr, sayang.. Oh.. ” Ternyata Varia telah mencapai orgasme yang kedua. Aku semakin mencoba mengayuh kembali lebih cepat. Karena sepertinya otot kemaluanku sudah dijalari rasa nikmat ingin menyemburkan sperma. Kemudian aku membalikkan tubuh Varia, sehingga posisinya di bawah. Aku menganjal pinggulnya dengan bantal. Aku memutar-mutarkan pinggulku seperti irama goyang dangdut. “Oh.. Varia.. Nikmatnya.. Aku keluuarr..” Crott.. Crott.. Tttcrott. Aku tidak kuat lagi mempertahankan sepermaku.. Dan langsung saja memenuhi liang vagina Varia. “Oh.. Ted.. kau begitu perkasa.”

Klik <<<Telah lama aku menantikan hal ini. Ujarnya sembari tangannya terus mengelus punggungku yang masih merasakan kenikmatan karena, Varia memainkan otot kemaluannya untuk meremas-remas kontolku. Kemudian, tanpa kukomando, Varia berusaha mencabut kontolku yang tampak mengkilat karena cairan spermaku dan cairan memeknya. Dengan posisi 69, kemudian ia meneduhi aku dan langsung mulutnya bergerak ke kepala kontolku yang sudah mulai layu. Aku memandangi lobang memeknya. Varia terus mengulum dan memainkan lidahnya di leher dan kepala kontolku. Tangan kanannya terus mengocok-ngocok batang kontolku. Sesekali ia menghisap dengan keras lobang kontolku. Aku merasa nikmat dan geli. “Ohh.. Varia.. Geli..” desahku lirih. Namun Varia tidak peduli. Ia terus mengecup, mengulum dan mengocok- ngocok kontolku. Aku tidak tinggal diam, cairan rangsangan yang keluar dari vagina varia membuatku bergairah kembali. Aku kemudian mengecup dan menjilati lobang memeknya.

Klik <<<  Kelentitnya yang berada di sebelah atas tidak pernah aku lepaskan dari jilatan lidahku. Aku menempelkan bibirku dikelentit itu. “Oh.. Ted.. nikmat.. ya.. Oh..” desisnya. Varia menghentikan sejenak aksinya karena tidak kuat menahan kenikmatan yang kuberikan. “Oh.. Terus.. Sss.” desahnya sembari kepalanya berdiri tegak. Kini mememeknya memenuhi mulutku. Ia menggerak-gerakkan pinggulnya. “Ohh.. Yaahh. Teruss.. Oh.. Ooohh” aku menyedot kuat lobang vaginanya. “ Ted.. Akukk ohh.. Keluuaarra.. Ssshhss.. ” Ia menghentikan gerakannya, tapi aku terus menyedot-nyedot lobang memeknya dan hampir senmua cairan yang keuar masuk kemulutku. Kemudian dengan sisa-sisa tenaganya, kontolku kembali menjadi sasaran mulutnya. Aku sangat suka sekali dan menikmatinya. Kuakui, Varia merupakan wanita yang sangat pintar membahagiakan pasangannya. Varia terus menghisap dan menyedoti kontolku sembari mengocok-ngocoknya. Aku merasakan nikmat yang tiada tara. “Oh.. Varia..

Klik <<< Teruss.. Teruss..” rintihku menahan sejuta kenikmatan. Varia terus mempercepat gerakan kepalanya. “ Au.. Varia.. Aku.. Keluuarr.. Oh..” Croott.. Croott.. Croot.. Maniku tumpah ke dalam mulutnya. Sementara varia seakan tidak merelakan setetespun air maniku meleleh keluar. “Terimakasih sayang..” ucapku.. Aku merasa puas.. Ia mengecup bibirku. “Ted.. mungkinkah selamanya kita bisa seperti ini. Aku sangat puas dengan pelayananmu. Aku tidak ingin perbuatan ini kau lakukan dengan wanita lain. Aku sangat puas. Biarlah aku saja yang menerima kepuasan ini.” Aku hanya terdiam. Sejak saat itu, aku sering meniduri di kamarnya, selalu dalam keadaan telanjang bulat, terkadang dia juga tidur di dalam kamar kostku, tentu saja dengan mengendap-endap. Terkadang, kami tidur saling tumpang tindih, membentuk posisi 69, aku tertidur dengan menghirup aroma segar kemaluannya, sedangkan Varia mengulum penisku. Di kala pagi, penisku selalu ereksi, diemut-emutnya penisku yang ereksi itu, sementara aku dengan cueknya tetap tidur sambil menikmati oralnya, terkadang aku jilat kemaluannya karena gemas.

Cerita Dewasa ~ Bercinta Dengan Wanita Desa

www.emporium77.com


Klik <<<  Kisah ini merupakan pengalaman pertamaku bermain cinta dengan wanita selain istri, peritstiwa itu sendiri terjadi kira-kira 3 bulan yang lalu disuatu daerah di Jawa Tengah, diawali dari adanya tugas kantor yang mengharuskan aku untuk melakukan suatu training untuk beberapa cabang di daerah. Saat itu menginap di hotel kota S dan kadang tidur dikantor/unit yang ada di desa, Kejadian ini bermula secara tidak sengaja waktu aku nginap di desa A, yaitu paginya hari Sabtu yang ternyata merupakan hari pasaran untuk desa A sehingga aku tidak melepaskan kesempatan untuk melihat keramaian di pasar…begitu asiknya memperhatikan barang dagangan yang ada tanpa sengaja menabrak ibu yang belanja, sehingga semuanya tumpah termasuk gelas yang baru dibelinya…..

Klik <<<   karena merasa bersalah maka saya memaksa untuk mengganti gelas tersebut, nama ibu itu sebut saja Ibu Misna dengan usia kira2 41 tahun dan setelah menyebutkan letak rumahnya yaitu di ujung jalan desa belok ke kiri, saya berkata akan datang sore nanti untuk mengganti gelas yang pecah. Jam 4 sore setelah mandi, langsung berangkat ke rumah Ibu Misna dan ternyata rumah tersebut terletak di ujung jalan yang cukup sepi, ditemui oleh seorang lali-laki yang berusia kira2 50 Th yaitu bapak Najib yang ternyata suami Ibu Misna setelah menjelaskan maksud kedatangan saya, terjadilah obrolan yang semakin akrab. Setelah dipanggil keluarlah ibu Misna membawa minuman dan kue, dan tanpa sengaja saya memperhatikan dan tergetarlah hati, karena dengan memakai kebaya yang sedikit ketat dan rambut basah sehabis mandi, terlihat kecantikan khas wanita desa dengan kulit putih dan bodi yang kencang walau telah berusia 41 tahun, dan yang membuat mata melotot adalah belahan buah dadanya yang kelihatan montok sekali. Tanpa terasa waktu makan malam telah tiba, dan mereka memaksa saya untuk ikut makan malam, stelah makan Pak Najib pamit untuk menghadiri pertemuan di desa sebelah untuk urusan pengairan sawah, dan saya dipersilakan untuk berbincang dengan ibu.

Klik <<<   Rumah tersebut sepi karena anak pertama yang sudah kelas 1 SMA sedang camping, anak kedua yang SMP sedang belajar dirumah teman dan sikecil sedang di rumah Saudara, suatu kebetulan yang tidak terduga. Sepanjang obrolan mata tidak pernah lepas dari tubuh dan dada ibu Misna, dan akhirnya ibu Misna bertanya, Dik Irfan matanya ngeliat apasih ? sambil malu saya berkata jujur bahwa saya kagum akan kecantikannya. Orang desa gini kok dikatakan cantik, dikota pasti bayak yang cantik ? kata bu Misna Iya sih bu…tapi ibu lain, karena walau udah punya anak tiga tapi badan masih bagus, khususnya…….? Saya berhenti berkomentar. Khususnya apa dik ? desaknya Maaf bu…itu tetek ibu besar dan masih kencang ? Ibu Misna terlihat malu sambil berusaha menutup dengan tangannya…..dan akhirnya pembicaraan mengarah ke hal yang berbau porno. Oh ya dik Irfan punya anak berapa dan istri usia berapa ?

Klik <<<   tanya bu Misna Satu usia 2 tahun, dan istri usia 27 tahun saya sendiri 29 tahun? jawab saya Wah sedang panas-panasnya dong ? lanjutnya Panas apanya bu ? saya berusaha memancing pembicaraan ke arah yang lebih hot, karena saya merasa horny dan bagaimana caranya bisa merasakan bersetubuh dengan wanita setengah baya. Ah dik Irfan berlagak nggak tau…..? kata bu Misna sambil tersipu. Ibu juga kelihatan segar, pasti kebutuhan itunya juga hot ? pancing saya terus Tapi ibu Misna malah kelihatan sedih….sehingga saya bertanya, kok jadi kelihatan sedih bu ? Akhirnya bu Misna cerita bahwa kebutuhan bathinnya sejak dua tahun ini jarang terpenuhi, yaitu sejak suaminya jatuh dari pohon kelapa, kejantanan suaminya jarang sekali bisa maksimal. Maaf bu…..padahal menuru saya orang seusia ibu pasti sedang puber kedua ?

Klik <<<   Yah memang begitu dik…..tapi harus ibu tahan ? Gimana caranya ? lanjut saya Ya dengan mencari kesibukan di ladang…..sehingga malamnya capek terus tertidur? Lanjutnya. Wah kalo saya bisa pusing….karena saat ini baru pisah 4 hari dengan istri saya juga udah gak tahan ???? kata saya sambil bergeser duduk mendekat. Dik Irfan sih gampang, kan di hotel pasti juga nyediain ? katanya Dik Irfan kok gak dengerin sih….kata bu Misna sambil menepuk paha saya ? Tangan bu Misna saya pegang… sambil berkata abis ada pemandangan yang lebih bagus, sambil mata terus memandang ke belahan dadanya ? Ah nakal dik Irfan ini ? kata bu Misna Akan tetapi tangannya tatap saya pegang sambil saya remas, karena diam saja berarti kesempatan nih ? Terus tangan saya beralih kepahanya….jangan dik ?

Klik <<<   kata bu Misna tanpa berusaha menolak. Dan akhirnya saya beranikan untuk menciumnya, bu Misna mundurkan kepalanya berusaha menolak… tetapi setelah saya pegang kedua tangannya sambil menatap, akhirnya bu Misna memejamkan matanya sambil mulutnya sedikit terbuka. Langsung saya cium bibirnya perlahan…dan lama kelamaan ibu Misna memberikan respon dengan membalas ciuman saya. Tangan saya langsung tidak bisa diam membiarkan tetek yang begitu menggairahkan, perlahan saya pegang teteknya..sambil sedikit meremas….ah..ah jangan dik ? tapi tangan bu Misna malah menekankan tangan saya ke teteknya. Ciuman saya terus turun ke lehernya sambil berusaha memasukkan tangan ke belahan dadanya, bu Misna semakin mendesah ? ah…uh…ah terus dik, enak ? kata bu Misna. Saya semakin bernafsu…sehingga kancing baju bu Misna langsung saya lepas ?

Klik <<<   jangan dik…ntar keterusan ? kata bu Misna. Oh bu…saya udah gak bisa nahan bu, tolonglah ? kita sama-sama butuhkan bu ? kata saya. Akhirnya bu Misna menyerah..membiarkan mulut saya menyedot putting susunya yang semakin menegang……ah… ah….ahhhh dik nikmat dik, terus dik ? desahnya Sementara tangan kanan meremas susu sebelah kanan, mulut terus menjilat dan menyedot yang sebelah kiri…..ahhhhh… uhhh…..ahhhhh dik udah dik ? ibu nggak tahan. Tapi tangan bu Misna malah mengandeng tangan saya ke arah pahanya, yang entah kapan kebayanya udah disingkapkan…..tangan saya langsung ke gundukan memeknya yang masih tertutp cd, dan terasa jembutnya keluar dari samping cdnya. Tangan saya terus menggosok- gosok memek bu Misna……..ah… ahhhh…ahhhh dik terus dik terus… enak banget ? desahnya dengan logat jawa yang kental. Akhir dengan seijin bu Misna…..cd itu saya pelorotin, sehingga terpampanglah memek bu Misna yang menggunung dan empuk tersebut, dengan bernafsu langsung saya gesek memek tersebut…

Klik <<<   sambil berusaha menemukan itilnya, tersedengar ibu Misna semakin mendesah tidak karuan…..dik ahhhh enaaaaak dik… enaaaaaakkkkk banget. Dan ciuman saya terus bergerak turun…..akhirnya terciumlah bau khas memek wanita, yang membuat saya semakin bernafsu, dan langsung saya jilat memek yang kemerah-merahan tersebut, ahhh berhenti dik…jangannnnn? kata bu Misna setelah tahu saya telah menjilat memeknya……saya berhenti dan bertanya, kenapa harus berhenti bu ? Jangan dijilat dik memek ibu….jijik dan jorok ? kata bu Misna Emang bapak dulu ndak pernah jilatin memek ibu ? kata saya Ndak…? kata bu Misna Wah rugi bu ? kataku sambil terus meremas tetek dan menusukkan jari tengah saya ke lubang memek. Rugi kenapa dik ? tanya bu Misna Rasnya nggak kalah sama ngentotin memek ibu….dan juga bikin tambah nafsu ? kata saya sambil langsung menjilat memek bu Misna…..

Klik <<<  setelah menjilat bibir memek langsung lidah saya masuk mengelitik lubang memek yang semakin basah oleh lender kenikmatan…….lidah terus kuputar dirongga memek sehingga menambah kenikmatan….ahhh… ahhhhhh dik…….uhhhhh….ahhhhh… nikmat banget dik ? terus dik… terus..jilatin memek ibu….ya disitu dik…terus ….terus saat itil bu Misna aku jilatin dan aku sedot…….ahhhhh… ahhhhhh….uhhhh…..uuuuuhhhhh dik Irfaaannnnnn ibu mau keluar… ahhhhhhhhh dikkkkkkkkkkk ibu keluar….kepala saya langsung ditekan kememek bu Misna dengan keras…..dan terasa dilidah lendir hasil dari orgasme ibu Misna. Ibu Misna memejamkan mata merasakan kenikmatan yang baru didapatnya…….sambil berkata, benar dik Irfan ternyata memek kalo dijiliat dan disedot rasanya nikmat banget…..tiba-tiba ada suara orang datang dari halaman rumah, dan tergesa-gesa kami merapikan baju……

Klik <<<  .sedangkan cd bu Misna langsung diumpetin kekolong kursi,….ternyata anak bu Misna yang kedua pulang dari tempat belajarnya. Setelah anaknya masuk…..langsung bu Misna ngomel kenapa kok anaknya pulang cepat nggak sperti biasanya ? Ibu belum puas ya…? Goda saya, ibu tersipu sambil berkata…….iya sih abis sudah lama ibu tidak merasakan hal seperti ini……..apalagi memek ibu pengin dientot pakai kontol dik Irfan biar sama2 bisa puas…kan dik Irfan belum keluar ? kata bu Misna. Iya sih bu….nanggung rasanya kontolku ini ? tapi udahlah bu… karena malam ini saya harus ke kota nginep di hotel, dan lagian anak ibu juga sudah pulang. Tapi yang jelas saya senang bisa memuaskan hasrat ibu…..sambil tangan saya meremas buah dadanya. Ahhhh..dik Irfan, tapi rasanya tidak adil kalo Cuma ibu yang mendapat kepuasan…..kalo gitu ibu besok ke kota dan mampir ke hotel boleh nggak dik ?

Klik <<<   kata bu Misna Boleh…boleh bu ? tapi benar ya bu….iya besok jam 10. pagi kata bu Misna sambil tersenyum. Jam 10 pagi, pintu kamar hotel diketuk orang dan ternyata bu Misna menepati janji datang, langsung saya peluk dan saya cium…..ah dik Irfan kok gak sabaran sih ? kata bu Misna. Saya nggak peduli…langsung saya lucuti semua pakaian yang dikenakan ibu Misna, hingga terpampang tubuh telanjang yang begitu menggairahkan, kubimbing ibu Misna ke ranjang dang langsung saya emut dan saya remas buah dada yang begitu montok dan empuk tersebut ? aaaaaaahhhhhhhh dik……..dilepas dong bajunya kata bu Misna sambil tanggannya melepas baju yang saya kenakan, sekarang kami sama2 telanjang. Kembali saya cium bibir bu Misna… terus turun kesemua lekuk tubuhnya..ahhhhh….uhhhhh…hisap tetek ibu ……hisap ?

Klik <<<   mulutku langsung pindah ke susu bu Misna….sambil tangan menggesek- gesek memek yang terasa kenyal dan hangat, ahhhhh…..uhhhhhh…..dik……nikmat ……dik…..ib….uuu sudah lama nggak merasakan ngentot… terus…..teruuuuuusssss dik ? Ciuman saya terus turun ke perut dan akhirnya sampai ke gundukan memek yang begitu merangsang…..langsung saya jilat….dan saya sedot itil bu Misna, sambil menggeser posisi ke 69, dan bu Misna pun tanpa diminta langsung menngemut kontol saya…..uhhhhh nikmat sekali buuuuu ? kontol saya terus diemut keluar masuk mulut bu Misna sambil dipijat…..uhhhhh….ahhhhhhh….enak sekali buuuuu, saya juga tidak mau kalah, langsung saya putar lidah saya di memek bu Misna……sambil tangan saya sedikit menusuk- nusuk anusnya……aduhhhhhh dik….apalagi ini……enaaaaaak banget dik…..ahhhhhhhh…….ahhhhhhhhhh,

Klik <<<   tiba2 ibu Misna mengejang dan terasalah cairan yang keluar membasahi bibir, yang langsung aku sedot hingga habis. Aku biarkan bu Misna istirahat sejenak…sambil terus memainkan putting susunya yang masih menegang……setelah beberapa saat, mulai saya hujami tubuh bu Misna dengan ciuman sehingga ibu Misna kembali memberikan reaksi yang lebih panas……..ahhhhhh….uuuhhhhhhh….dik, ayao dik entotin memek ibu…..ibu sudah kangen dientot…..ahhhhhhhhh, sayapun memutar tubuh bu Misna untuk mengambil posisi doggy, hingga tampaklah gundukan memek ibu Misna yang menantang…dengan perlahan kumasukkan batang kontol secara perlahan…karena terdengar ibu Misna menjerit seraya berkata perlahan dik…..memek ibu sudah lama gak dientot……perlahan aku masuk dan keluarkan kontol….hingga akhirnya semuanya amblas ke dalam memek bu Misna ……dan reaksi bu Misna sungguh diluar perkiraan karena dengan goyangan pantatnya yang besar…

Klik <<<  kontol saya terasa ditarik dan dipijit dengan nikmatnya…..ahhhhhh….uuuuuuuhhhhhhhh… buuuuu…ueenna aaak sekali memek ibu ? Dan saya pun tak mau kalah dengan mengambil strategi 3:1, tiga kali tusukan setangah kontol dan sekali tussukan kontol hingga amblas ke memek bu Misna……sepuluh menit kemudian desahan bu Misna semakin keras…..ahhhhhhh dik… memek ibu enak banget…..uhhhhhh kontol adik enaakk banget…… uhhhh..ahhhhhh.uuuuuuuuu..ahhhhhh Terus dik…memek ibu udah nggak kuat…….dik…..dik …dik Irfan……ibu kekkeeluaaaarrrrrr…..ahhhhhhhhhh, desahan bu Misna semakin panjang seiring keluarnya lendir kenikmatan. Setelah istirahat sejenak…bu Misna langsung mengurut kontol…dan mengemutnya dengan lincah sekali…..ahhhhh bu……uuuhhhhhh nikmat sekali bu ? desah saya…… kemudian bu Misna berhenti sambil berkata….dik Irfan sesuai janji ibu semalem….maka hari ini ibu akan memberikan kenimatan yang tidak terlupakan bagi kontol dik Irfan ?

Klik <<<   Ibu Misna langsung mengambil posisi di atas…setelah mengurut kontolku beberapa saat….bu Misna langsung ngangkang dengan membimbing kontolku untuk memasuki lubang memeknya……..terasa sekali perbedaan dengan entotan yang pertama tadi, kali ini memek bu Misna terasa lebih seret dan terasa lebih hangat……oooooohhhhhh…… ahhhhhh……uhhhhhhhh bu enankkkkkk sekali memeeeeek ibu……..ohhhhhh kontol saya ibu apain…..uuhhhhhh nikmat banget bu ? Ibu Misna hanya menjawab dengan desahan nafsnya…… ahhhhhhh…….uuuuuuhhhhhh dik… memek ibu juga nikmat sekali…….pantat bu Misna masih terus bergoyang dengan sekali-kali diangkat,….sehnggga membuat kontolku terasa sangat nikmat…..melebihi yang aku rasakan dengan istri…… ooooooohhhhhhhh…..uuuuuuhhhhhh ennnnnaaakkkk sekali bu……… nggak percuma aku menginginkan entot dengan wanita berumur 35-42

Klik <<<   tahunan karena memang berbeda permainan sex mereka, mungkin karena lebih berpengalaman… sepsrti bu Misna yang memeknya terasa sekali empotannnya kataku dalam hati. Ahhhhhhhh…..uuuhhhhhhhhhibu aku udah gak tahan…….sebentar dik Irfan, bareng sama ibu…kata bu Misna sambil terus menggoyang pantat dan menaikkan turunkan sambil mendesah….ahhhhh…..dikkkk ..uuuuuuuhhhhh ibu enaaak sekali….ahhhhhh dik ibu juga mau keluar……..ya bu aku juga…….ahhhhhhhhh………ibu Misna mengejang dan terasa lendir membahasi kontol…..terus goyang…bu ….terus ….nikmat buuuuuuuu…ahhhhhhhhhhhhh aku menyemprotkan pejuhku kedalam memek bu Misna secara kuat……… akhirnya kami tertidur, hingga jam 12 siang kami makan dan terus melanjutkan ke babak kedua. Karena waktu tugas di kota S tinggal 3 hari…

Klik <<<   maka dua hari kemudian kami janjian untuk mengulangi kenikmatan seperti kemarin……itulah pengalaman saya yang pertama dan mungkin yang terakhir, karena saat ini saya sudah tidak bekerja di tempat yang lama, saya sendiri tidak menyangka akan mendapat senasi kenikmatan yang luar biasa dengan mengentot wanita usia 35 – 42 tahunan, sehingga kontol saya yang normal ukuran orang Indonesia hingga saat ini masih menginginkan hal tersebut terulang, tapi karena tempat bu Misna yang jauh dan untuk jajan rasanya takut….terpaksalah melakukan onani apabila melihat wanita setengah baya yang menggairahkan.

Cerita Dewasa ~ Tergoda Janda Muda Pembantu Rumahku

Selasa, 26 Mei 2015

www.emporium77.com


Klik <<< Terkadang di pikiran gue terlintas pemikiran kapan yang bisa nyicipin tubuh montok pembokat gue yang aduhai itu… udah naga bonar gak bisa di ajak kompromi lagi, liat sedikit aja langsung bangun dari tidurnya… Pernah suatu hari gue lagi mau ganti baju di dalam kamar pas waktu itu gue lupa ngunci pintu… tiba tiba gue kaget pembokat gue masuk tanpa ngetuk ngetuk lagi, mungkin dia pikir udah lama kerja sama keluarga gue n udah kenal gue dari gue masih SD… “Eh… , lagi ganti baju ya… Min” kata pembantu gue sambil buka pintu kamar gue tanpa ada rasa kegelisahan apa apa saat liat gue gak pake apa apa… cuma tinggal CD aja yang belom gue lepas. “Mbak , ketok dulu dong kalo mau masuk kamar Amin… gimana kalo pas masuk Amin lagi telanjang… 

Klik <<<  celetuk gue sama dia “Emangnya kenapa sih Min, saya kan udah lama kerja di keluarga Amin… ,lagian’kan waktu masih SD juga kamu suka pake CD aja kalo di rumah…”. Kata Tami sama gue yang kayaknya acuh terhadap posisi gue yang telanjang. “Mbak … itu’kan dulu, waktu saya masih SD. Sekarang’ kan saya sudah besar… Mbak memang gak malu yah liat saya kalo telanjang bulat gak pake apa apa…” celetuk asal keluar dari mulut. “Iiiihhh… . malu gapain… lagian saya juga gak mau liat… yah udah sana kalo mau ganti baju, mbak mau beresin kamar kamu nih yang berantakan mulu tiap hari kayak kandang sapi…” Karena dia menjawab dengan rasa yang tidak keberatan kalo gue ganti baju disaat ada dia. Dengan santai gue mulai turunin CD gue yang nutupin kontol gue yang udah mulai agak kenceng dikit… Tanpa sengaja gue tangkap lirikan matanya yang memandang ke arak selangkangan gue yang di tumbuhin rambut yang lebat…

Klik <<< Nah… tuh ngeliatin mulu… katanya tadi mbak Tami gak mau liat, sekarang liat mulu…” “Siapa yang liat… wong saya lagi beresin sprei yang berantakan ini kok…” bantah dia karena malu mungkin kepergok ngelihat kearah selangkangan gue. AKhirnya gue tinggal dia di dalam kamar gue yang sedang beresin kamar gue yang berantakan itu, di luar gue jadi teringat gimana yah caranya buat bisa nikmatin tubuh pembantu gue yang bahenol ini… dan gue rasa dia juga kayaknya penasaran sama kontol gue yang gede ini… buktinya beberapa kali gue pergokin dia ngelirik terus kearah gue. Pas suatu hari libur, hari minggu keluarga gue pada pergi ke rumah kerabat gue yang mau nikahin anaknya. “Min… kamu mau ikut gak. Mama semuanya mau pergi ke pesta pernikahan anaknya tante Ami di Bandung…

Klik <<< Tanya Mama gue. “Kapan pulangnya Ma,…” Jawab gue sambil ngucek ngucek mata karena baru bangun… “Mhhhmmm,… mungkin 2 hari deh baru pulang dari Bandung, kan capek dong Min kalo langsung pulang… kamu tanya kapan pulang, kamu mau ikut gak… atau mau di rumah saja” tanya mamaku kembali… “Kayaknya dirumah aja deh Ma… abis capek ah, jauh… lagian besok Amin ada acara sama teman teman Amin…” jawabku ku seraya kembali membenamkan kepalaku kembali ke bantal… “Yah udah… mama mau berangkat jalan kamu baik baik yah jaga rumah… mau apa minta aja sama Mbak Tami yaa…” “Tami… Tami… Tami…” panggil Mamaku “Iya Nyah… , Maaf saya lagi nyuci. Kurang denger tadi Nyonya panggil. Kenapa Nya…” Jawab Mbak Tami Sambil datang dari belakang yang ternyata sedang cuci baju… baju yang dikenakan sebetulnya tidaklah menantang, namun karena terkena air sewaktu mencuci menjadi bagian paha dan dadanya seakan transparan menantang…

Klik <<< Tami… kamu jaga rumah yah selama saya dan tuan pergi ke Bandung” “Iya Nyah… ,” jawab kembali pembokat gue itu ke mama gue… Setelah kira kira selang beberapa jam setelah keberangkatan mamaku… akhirnya Gue keluar dari kamar hendak buang air kecil. Perlu Bro2 ketahui jarak antara tempat pembantu gue nyuci sama kamar mandi deket banget… waktu gue jalan ke kamar mandi, gue liat pembantu gue yang lagi nyuci baju dengan posisi duduknya yang buat naga di dalam cd gue bangun… Pembantu gue pake T-shirt putih yang tipis karena dah lama di tambah lagi kaosnya kena air, secara langsung keliatan jelas banget BH krem yang dipake pembantu gue berserta paha mulusnya yang udah agak terbuka karena duduknya hingga keliatan CD putihnya…

Klik <<<  Anjriiit, mulus juga nih pembantu gue meskipun udah janda anak satu tapi dari paha dan teteknya masih keliatan kenceng, kayak cewek yang belum pernah kesentuh sama laki laki”. oceh gue dalam hati sambil kencing trus ngelirik ke pahanya yang mulus itu. Sambil kencing gue mikir gimana caranya buka omongan sama pembantu gue, biar gue bisa agak lamaan liat CD dan teteknya yang aduhai itu… pantes banyak tukang sayur selalu suka nanyain Mbak Tami mulu kalo tiap pagi… “Mbak gimana kabar Ani, sekarang udah umur berapa… Mbak Tami kok bisa sampai cerai sih sama suaminya”Iseng gue tanya seputar hubungan dia sama mantan suaminya yang sekarang udah cerai, dan kenapa bisa sampai cerai… gugup juga sih gua waktu nanyanya kayak gue nih psikolog aja… “Kok tiba tiba Amin tanya tentang itu sih sama Mbak…? 

Klik <<< Gak pa pa kan Mbak… ?” “Anak mbak sekarang udah umur lima tahun, mbak cerai sama suami mbak karena dia pengangguran… mau nya enak doang. Mau bikinnya tapi gak mau besarin. Ya… lebih baik mbak minta cerai aja. masa sih mbak sendiri yang banting tulang cari uang, sedangkan suami mbak cuman bangun, makan, main judi sampai subuh… males Min punya suami pengangguran, lebih baik sendiri… sama aja kok” Jawab pembantu ku panjang lebar, seraya tangannya tetap membilas baju yang sedang ia cuci. Ini dia masuk ke dalam dialog yang sebenarnya… akhirnya pembicaraan yang gue maksud agar gue arahin pembicaraan hingga tentang persoalan hubungan intim. “Lah … bukannya enakan punya suami, mbak… daripada gak ada…” “Enak dari mananya Min… punya suami sama gak punya sama aja ah…” “Loh beda dong mbak…” “Beda dari mananya Mih… coba jelasin, aah kamu ngomongnya kayak kamu dah pernah ngerasain menikah aja sih Min…” tanya pembantuku sambil bercanda kecil. “Yah beda lah mbak… dulu kalo masih ada suami kan kalo lagi pengen tinggal minta sama suami mbak… sekarang udah cerai pas lagi pengen… mau minta sama siapa…

Klik <<<  Jawab gue sambil menjuruskan kalimat kalimat yang gue tuju ke hal yang gue inginin. “Maksud Amin apa sih… mau apa. Ngomongnya jangan yang bikin mbak bingung dong Min…” “Gini mbak, maksudnya apa mbak gak pernah pengen atau kangen sama ini nya laki laki…” waktu gue ngomong gitu sambil gue turunin dikit celana pendek gue, trus gue keluarin punya gue ngadep ke depan mukanya… “Iiih gede banget punya kamu Min… punya mantan suami mbak sih gak begitu gede kayak gini…” Jawab mbak Tami sambil melotot ke kontol gue yang udah Super tegang, karena dari tadi udah minta di keluarin. “Kangen gak sama Kontol laki laki mbak…” tanya Gue kembali yang sempat membuyarkan pandangan mbak Tami yang dari setadi tak lepas memandang kontolku terus. “…… waduh mbak gak tahu deh Min…, kalo punya mbak dimasukin sama punya kamu yang gede kayak gini. Gimana rasanya mbak gak bisa ngebayangin…

Klik <<< Lho… mbak saya kan gak tanya apa rasanya di masukin sama punya saya yang lebih gede dari punya mantan suami mbak. Saya kan cuman tanya apa mbak gak kangen sama punyanya laki laki2 Padahal didalam hati gue udah tahu keinginan dia yang pengen ngerasain kontol gue yang super size ini… “mmmmhhhhh… maksud mbak Tami sih… yah ada kangen sama punya laki laki… tapi kadang kadang mbak tahan aja, abis mbak kan dah cerai sama suami… ” jawab mbak Tami yang keliatan di pipinya merona karena merasa jawabannya ngawur dari apa yang gue tanyain ke dia” “Mbak … boleh gak saya pegang tetek mbak ” “Iiihh… Min kok mintanya sama mbak sih, minta dong sama pacar Amin… masa sama mbak…” “Yah… gak pa pa sih, saya mau ngerasain begituan sama mbak Tami… gimana sih begitu sama ce yang udah pernah punya anak… boleh yah mbak… ” kata gue sambil mendekatkan kontol gue lebih dekat ke mulutnya… “iiih Amin… punya kamu kena mulut mbak nih… memangnya kamu gak malu gituan sama mbak Tami…” jawab mbak dian sambil merubah posisi duduknya sambil menghadap ke kontol gue dan ngelepasin baju yang sedang dia bilas…

Klik <<< Yah gak lah kan gak ada yang tahu… lagian kan gak ada yang tahu, kan sekarang gak ada orang selain mbak Tami sama saya” jawab gue sambil yakinin ke dia, biar di mau kasih yang gue pengen. “Tapi jangan keterusan yah… trus kamu mau di apain sama mbak…” “Mbak mulutnya di buka dikit dong, saya mau masukin punya saya ke dalam mulut mbak Tami…” “Iih… gak ah jijik… masa punya kamu di masukin ke dalam mulut mbak… mbak gak pernah lakuin kayak gini sama mantan suami mbak, gak ahh… ” tapi posisi tangannya sekarang malah megang kontol gue sambil ngocok ngocok maju mundur. “Cobain dulu mbak enak loh… anggap aja mbak Tami lagi kemut permen lolipop atau es krim yang panjang” rayu gue ngarep mbak Tami mau masukin kontol gue ke dalam mulutnya yang mungil itu. Akhirnya permintaan gue diturutin tanpa banyak ngomong lagi mbak Tami majuin mukanya kearah kontol gue yang udah super tegang itu kedalam mulutnya yang mungil…

Klik <<< sementara dia emut kontol gue maju mundur yang terkadang di selingin jilatan jilatan yang bikin gue pegang kepalanya trus gue tarik maju hingga kepala kontol gue mentok sampe kerongkongan mbak Tami. “Ooooooh… mbak emut truuuus mbak…. ennnnak banget” sambil tangan gue mulai turun megang teteknya yang mengoda itu. Tangan gue masuk lewat kerah kaosnya, trus langsung gue remes kera teteknya… Tangan mbak Tami juga kayaknya gak mau kalah sama gue. Dia malah makin ngedorong pantat gue dengan tangannya hingga hidungnya nempel sama jembut gue… Karena tempatnya kurang tepat untuk bertempur lalu gue ajak mbak Tami ke ruangan tengah sambil ngemut kontol gue jalan ke ruangan tengah. Perlu di ketahui mbak Tami merangkak seperti anjing yang haus sex gak mau lepas dari kontol gue, merangkak berjalan ngikutin langkah kaki gue yang mundur ke arah ruang tengah. Gue liat mulutnya yang mungil sekarang terisi kontol gue… tangannya sambil remas remas buah dadanya sendiri…

Klik <<<  Mbak Tami lepasin dulu dong kontol saya, buka dulu baju mbak Tami. Entarkan mbak juga nikmatin sepenuhnya punya saya…” ” Min…. punya kamu enak banget… mbak kira dari dulu jijik kalo liat ce ngemut punyanya cowok… ehh ternyata nikmatnya bener bener bikin ketagihan Min…” Dengan cepat mbak Tami membuka seluruh baju dan roknya yang tadi basah karena kena air… Wooow, sungguh pemandangan yang sangat indah… kini di hadapan gue telah ada seorang wanita yang telanjang tanpa tertutup sehelai benang… berjalan menghampiri gue dengan posisi doggie style mbak Tami kembali memasukkan kontol gue ke dalam mulutnya yang mungil itu. Dengan jelas bisa gue liat buah dada yang gelantungan dan bongkahan pantat yang begitu padat, yang selama ini udah banyak bikin kontol gue penasaran pengen di selipin diantara bongkahan itu…

Klik <<< nafas suara mbak Tami semakin lama semakin membara terpacu seiringin dengan birahi yang selama ini terkubur di dalam dirinya. Sekarang terbangun dan mendapatkan suatu kepuasan seks yang selama ini ia tahan tahan. Sementara mbak Tami ngemut kontol gue, gue remas teteknya yang menantang itu terkadang gue pegang MQ nya yang ternyata udah banjir oleh cairan kenikmatan. Gue tusuk tusuk jari tengah gue ke dalam memeknya hingga mbak Tami ngeluarin desahan sambil meluk pantat gue… ” Mmmmhhhhh… .. ooooooohhhhhh……” desahannya begitu menambah gue buat semakin cepat menusuk nusuk liang kenikmatannya semakin cepat. “Min… ..OOooooohhhh… . Min… enak Min… enak…. ” Desahan mbak Tami benar benar membuat semakin terangsang… tusukan jari yang gue sodok sodok pun semakin gencar… ” Aaaaaahhhh… . Amiiiinnnn… . OOOhhhhh Ammiiiinn… mbakkkkk…. . mmmmbbaa….. klllluuuaar… ” bersamaan dengan desahan mbak Tami yang panjang, akhirnya mbak Tami telah mencapai puncak kenikmatannya yang terasa di jari tengah yang gue sodok sodok ke lubang MQ nya waktu mbak Tami menyemprot cairan kenikmatannya….

Klik <<< Karena mbak Tami telah mengalami organismenya yang pertama, maka Gue pun tak mau kala. Irama sodokkan kontol gue percepat kedalam mulut mbak Tami berkali kali hingga desahan panjang gue pun mulai keluar yang menandakan sperma gue akan muncrat… ” Mbak, Amin mau kkkkelllluaaar…. aaaaahhhh…. sedot mbak… sedot peju Amin… . ” kata gue sama Mbak Tami sambil menahan kepalanya untuk memendamkan kontol gue hingga masuk ke tenggorokannya. Namun Mbak Tami meronta-ronta tidak menginginkan sperma gue keluar di dalam mulutnya… sia-sia rontahan mbak Tami, Sperma gue akhirnya keluar hingga penuh di dalam mulutnya. Crroooot… . Crooot… crooot… akhirnya Gue semburkan berkali kali peju gue di dalam mulut mbak Tami. Meskipun pada saat Mbak Tami tidak ingin menelan Sperma gue namun gue memaksanya untuk menelannya dan menikmati Sperma gue yang segar itu. Posisi mbak Tami masih sama seperti sebelumnya, namun sekarang kakinya seperti kehilangan tenaga untuk menahan berat badannya mengalami kenikmatannya…

Klik <<< dari sela sela bibirnya mengalir sisa spermaku yang di jilat kembali. Tubuh mbak Tami kini terkapar tak berdaya namun menampilkan sosok wajah penuh dengan kepuasan yang selama ini tak ia dapatkan. Melihat expresi wajahnya membuat gue kembali semakin nafsu… karena dari tadi gue anggap hanyalah pemanasan.

Cerita Dewasa ~ Aku Rela Diperkosa Asal Lulus Ujian

www.emporium77.com



Klik <<<< Namaku Vicki. Aku akan membagi pengalaman seksku dengan para pembaca Cerita Dewasa Ini merupakan cerita pertamaku, jadi harap maklum apabila tata bahasanya tidak terlalu bagus. Oh ya, sebelumnya aku beritahu ciri-ciri dan perawakanku. Aku WNI keturunan, berusia 21 tahun saat ini, rambut hitam panjang sampai ke bahu dan agak bergelombang, tinggi 160 cm berat 45 kg. Perawakanku agak kurus, namun payudaraku tergolong besar, 38C. Berhubung tubuhku agak kurus, payudaraku terlihat sangat besar. Apalagi pantatku juga tidak besar, biasa-biasa saja. Ada beberapa teman yang mengatakan potonganku mirip dengan Amy Yip, mantan bintang panas Hongkong. Sejak kecil aku rajin berolahraga, seperti senam-senam sendiri di kamar dan sering sekali membantu ibuku beres-beres rumah sehingga tubuhku terlihat kencang dan padat.

Klik <<<< Namun aku tipe cewek yang konservatif, jarang memakai pakaian yang ketat, dan memakai kacamata minus satu, rambut aku kuncir di belakang, sehingga tampaknya tidak terlalu banyak cowok yang mendekatiku. Walaupun saat memakai kaos olahraga pada waktu SMA, para cowok selalu menatap buah dadaku yang menonjol dengan penuh nafsu, sikap dinginku sering membuat mereka malas melakukan pendekatan terhadapku. Aku kehilangan keperawananku saat SMA kelas 2, berumur 17 tahun oleh pacarku, yang juga WNI keturunan dan merupakan temen kuliah kakak lakiku. Sebetulnya aku tidak berniat pacaran saat itu, namun karena ia sering datang ke rumah dan bercengkerama dengan aku dan kakakku, lama kelamaan kami saling menyukai. Itu merupakan pengalaman pertamaku berpacaran dan karena masih sangat lugu, aku gampang dirayu sehingga mahkotaku direnggutnya.

Klik <<<< Kemudian selama hampir 3 bulan bermain seks dengan pacarku, aku tidak terlalu menikmatinya, bahkan terkadang sedikit kesakitan saat aku digaulinya. Mungkin karena ia juga tidak terlalu berpengalaman:-) Setelah putus karena pacarku kepergok kakakku berselingkuh, aku kembali bersikap dingin terhadap cowok. Aku pikir apa enaknya orang pacaran dan ngeseks, ya gitu-gitu aja, tidak seperti yang kudengar dari temen-temen cewekku saat kami bergosip. Aku baru mulai menikmati sampai terjadi peristiwa yang akan kuceritakan di bawah ini. Saat itu aku duduk di kelas 3 SMA, cawu 1, sudah putus dengan pacar, dan berkonsentrasi untuk kelulusan. Tinggi, berat dan perawakanku hanya terpaut sedikit sekali dengan aku yang sekarang, dan ukuran payudaraku juga sudah 38C pada waktu itu. Aku tergolong murid yang rajin dan nilainya cukup baik, namun pada mata pelajaran eksakta seperti matematika, kimia dan fisika, aku sering kesulitan sampai terkadang stres.

Klik <<<< Tapi karena dorongan keluargaku yang pas-pasan, aku memilih jurusan IPA karena aku beranggapan jika memilih kuliah seperti di jurusan teknik maka nantinya akan mendapat gaji lumayan bila sudah bekerja. Dan salah satu kekhawatiranku terbukti, dengan nilai2 ulangan kimiaku super jeblok. Aku khawatir tidak lulus, sehingga pada suatu siang sepulang sekolah, aku memberanikan diri menemui Pak Gatot, guru kimiaku yg juga sekaligus wali kelasku. Pak Gatot berusia 50 tahunan, dari suku Jawa, tingginya sekitar 170-an, dengan perawakan besar dan hitam, wajahnya agak sadis dan tegas, terkenal sebagai guru “killer”, namun kata temen-temen orangnya baik bila ada murid yang minta bantuan. Pak Gatot telah selesai mengajar di satu kelas dan sedang memberes-bereskan barangnya saat kutemui. “Pak Gatot, boleh saya bicara sebentar,” kataku. Pak Gatot hanya melihat sepintas ke arahku, sebelum menjawab cepat dengan nada sedikit membentak, “Ada apa?

Klik <<<<  Aku mulai menjelaskan permasalahanku dan kekhawatiranku. Aku menyampaikan bahwa aku berniat meminta tugas-tugas tambahan untuk mendongkrak nilaiku. Tapi Pak Gatot menolaknya dan menawarkan les privat seminggu dua kali di rumahnya. Aku langsung menyetujuinya tanpa berpikiran apa-apa. “Ok, nanti sore kamu ke rumah saya jam 4,” ujar Pak Gatot dengan nada memerintah. “Baik Pak, saya bisa, terima kasih,” jawabku sambil pamit pulang. Tepat jam 4 setelah naik kendaraan umum aku tiba di rumah Pak Gatot yang berlokasi di perumahan cukup elit, baru dibangun dan sepi. Kabarnya Pak Gatot memiliki pekerjaan lain yang cukup memadai, sehingga meskipun guru tapi rumahnya bagus. Setelah melepas sandal dan masuk ke ruang tamu di rumahnya, aku dipersilahkan duduk di sebuah sofa yang besar dan empuk. “Rumahnya bagus juga, tapi kok sepi ya,” pikirku. Aku beranikan diri bertanya, “sendirian di sini Pak?” “Iya, memangnya kenapa?

Klik <<<<  jawabnya dengan sedikit gusar. “Oh gak apa-apa Pak,” kataku. Pak Gatot kemudian menjelaskan bahwa anak-anaknya kuliah di luar kota, dan istrinya kerja sebagai suster dari sore sampe malam di sebuah rumah sakit. Sore itu aku memakai pakaian yang biasa kukenakan. Kemeja berkancing yang agak kebesaran, untuk menutupi menonjolnya payudaraku, serta celana jins yg tidak terlalu ketat, tentu tak lupa juga BH dan celana dalam. Sementara Pak Gatot tampak santai, memakai kaos berlengan dan celana panjang biasa. Pak Gatot langsung duduk di sebelahku, dan menjelaskan kondisiku. Dengan jebloknya nilai ulangan-ulanganku, mulai sekarang aku harus berusaha sangat keras supaya bisa lulus. “Kamu mengerti situasimu kan?” tanya Pak Gatot. Aku langsung mengiyakan. Pak Gatot meneruskan, “Kalo gitu, kamu harus sering-sering nurut sama Bapak, mengerti Vicki?

Klik <<<<  Aku mengiyakan lagi tanpa berpikiran macam-macam. Tiba-tiba Pak Gatot langsung menubrukku dari samping dan menindih tubuhku di bawah tubuhnya yg besar dan wajah kami saling berhadapan dekat sekali. Tepat saat aku mau menjerit dan memberontak, Pak Gatot langsung membungkam mulutku dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya memegangi kedua pergelangan tanganku sekaligus di atas kepalaku. Aku berusaha keras memberontak dan menjerit, namun cengkeraman Pak Gatot terlalu kuat. Aku sangat takut pada saat itu melihat pandangan Pak Gatot yang berubah menjadi penuh nafsu, dan aku hanya bisa memelas lewat tatapan mataku. Pak Gatot mulai tersenyum dan terkekeh-kekeh. “Tenang saja Vicki, sebaiknya kamu santai saja. Sudah lama Bapak ingin memerkosamu, tidak disangka hari ini kamu menyerahkan diri,” ujarnya sambil tertawa keras selagi tetap memegangi mulut dan kedua tanganku.

Klik <<<<  Kamu nggak usah macam-macam, layani saja Bapak, maka kamu nggak perlu mengkhawatirkan nilai-nilaimu yang jeblok itu. Kalo sampai kamu menjerit atau berontak terlalu keras, maka Bapak jamin kamu tidak akan lulus, ok?” tambahnya lagi. Saat itu aku sungguh-sungguh tidak tahu harus berbuat apa karena belum pernah menghadapi situasi seperti ini dalam hidupku. Tiba-tiba Pak Gatot dengan cepat melepas kacamataku dan menaruhnya di meja sebelah. Kemudian tangan kirinya menarik rambutku dan menciumi bibirku yang mungil dengan kasar, sementara tangan kanannya meremas-remas payudaraku yang sebelah kiri dengan gemasnya sehingga kemejaku mulai awut-awutan. Karena kedua tanganku sudah tidak dipegangi lagi, sempat terlintas di pikiranku untuk memukuli Pak Gatot, namun ancaman tidak lulus membuatku sangat takut dan tidak berani melakukannya.

Klik <<<<  Aku hanya berusaha melepaskan diri namun sia-sia saja. Kemudian Pak Gatot melepaskan ciumannya, dan kedua tangannya dengan segera memreteli kancing kemejaku satu-persatu. Aku mulai menangis dan memohon untuk dilepaskan, tapi Pak Gatot tidak menghiraukan. Dengan kasar ia menyingkirkan kemejaku dan melemparkannya ke lantai. Setelah itu Pak Gatot dengan paksa melucuti celana jinsku. Tubuhku hanya tertutupi BH dan celana dalam saja, buah dadaku yang berukuran 38C terlihat sangat menonjol. Sekali lagi aku diterkamnya sehingga hanya bisa berbaring pasrah di sofa yang besar dan empuk itu. Pak Gatot kembali menciumi bibirku sementara kedua tangannya dengan ganas meremas-remas buah dadaku. Aku selalu mencoba menghindari ciuman Pak Gatot, tapi remasan-remasan tangannya pada payudaraku, yang harus kuakui memang sangat sensitif, membuatku sedikit demi sedikit mulai terangsang. Tapi karena aku bukan cewek gampangan, tetap saja aku berusaha memberontak.

Klik <<<< Ironis memang, dalam hati aku berusaha melawan namun tubuhku berkata lain menghadapi serangan-serangan Pak Gatot. Beberapa saat Pak Gatot terus menciumi bibirku dan meremas-remas payudaraku dengan penuh nafsu. Nafasku mulai berat dan saat itu terus terang aku terpaksa pasrah saja. Hanya sesekali aku memelas untuk dilepaskan. “Jangan Pak, tolong Pak,” rintihku. Pak Gatot menyadari perlawananku yang melemah, kemudian dengan cepat sedikit mengangkat punggungku dan melepas tali pengait BH-ku. BH-ku kemudian dilemparkannya. Aku berusaha menutupi buah dadaku dengan lemah namun Pak Gatot mencengkeram kedua pergelangan tanganku dan melebarkannya. Terpampang jelas buah dadaku yang besar, putih mulus, sangat padat, montok dan membusung tegak itu. Serta juga putingku yang berwarna merah muda, kecil namun runcing itu.

Klik <<<< Pak Gatot memandangi semua itu dengan mata terbelalak, wajahnya yang menurutku sangat jelek itu menunjukkan kegembiraan seperti baru menang lotere. “Akhirnya kesampaian juga, impian Bapak melihat gunung kembarmu yg indah ini. Putih banget dan besar lagi! Mm.. 38C ya? Tadi Bapak lihat ukuran BH kamu. Kenapa nggak sejak dulu kamu tunjukkan Bapak? Putingmu juga seksi sekali. Pas banget rasanya! Ha.. ha.. ha..”, ujarnya santai sambil matanya tidak pernah lepas dari payudaraku. Aku rasanya mau menangis keras-keras, tapi ketakutanku sekali lagi menyebabkanku pasrah saja. Setelah melepas kedua pergelangan tanganku, Pak Gatot memulai serangannya di payudaraku yang sudah tidak tertutupi apa-apa lagi. Kedua telapak tangannya yang hitam dan kuat itu meremas-remas payudaraku yang putih mulus dengan kasar tapi tidak bermaksud melukaiku, sambil matanya yg sadis itu melihat reaksi wajahku. Kontras sekali kasarnya telapak tangan Pak Gatot yang hitam pada kulit buah dadaku yang putih, mulus dan sangat sensitif itu. Meskipun tetap berusaha menjaga harga diriku dengan memohon-mohon kecil untuk dilepaskan, permainan tangan Pak Gatot benar-benar membuatku lupa diri, dan Pak Gatot tahu benar dari ekspresi wajahku yang mulai menikmati.

Klik <<<< Pak Gatot mendekatkan mulutnya ke payudaraku dan menjilati kedua putingku bergantian dengan liarnya selagi tangannya tidak pernah berhenti meremas-remas gunung kembarku. Aku mulai melenguh keenakan dan Pak Gatot bertambah semangat. Disedotnya salah satu putingku dengan kuat, secara otomatis aku menjerit terangsang sedikit keras. Kulihat Pak Gatot tersenyum bangga melihat responku, dan serangannya makin ganas. Kedua putingku yang sudah keras dan tegang sekali bergantian disedotnya. Kemudian Pak Gatot menjilati kedua buah dadaku dengan terampilnya. Lidahnya yang panjang itu seperti kehausan menyapu setiap sentimeter dari payudaraku dan putingku. Tangannya tetap ganas meremas-remas, dan Pak Gatot bergantian mencoba ‘melahap’ masing-masing payudaraku menggunakan mulut dan bibirnya, sementara lidahnya beraksi dengan membuat lingkaran-lingkaran kecil di putingku dan sekitarnya. Tidak lupa juga digigit-gigit kecil masing-masing payudaraku, membuatku hanya bisa merem melek dan mendesah-desah terangsang. Saat itu barulah aku menyadari bahwa aku 100% takluk terhadap Pak Gatot. Belum pernah aku dibuat senikmat ini, pacarku yang dulu sama sekali tidak berpengalaman dalam ‘foreplay’ seperti yang dilakukan Pak Gatot ini.

Klik <<<< “Mm.. Pak.. oh..,” rintihku berulang kali saat itu. Cukup lama Pak Gatot memberikan serangan-serangan dashyat terhadap kedua payudara dan putingku menggunakan telapak tangan, bibir dan lidahnya itu. Tiba-tiba saja aku menjerit cukup keras dan liar. Aku baru menyadari inilah orgasme terhebat yang pernah kurasakan. Tubuhku yang berkeringat itu sedikit terguncang-guncang dalam cengkeraman Pak Gatot. Celana dalamku terasa sangat basah oleh cairan memekku. Saat aku orgasme, Pak Gatot menyedoti kedua putingku bergantian dan meremas-remas gunung kembarku dengan lebih kuat. Jeritanku bertambah keras dan liar karena merasakan kenikmatan yang amat sangat. Untuk beberapa saat orgasmeku berlangsung, dan selama itu pula Pak Gatot tidak pernah menghentikan serangannya terhadap kedua payudara dan putingku yang super sensitif. Akhirnya orgasmeku usai, dan aku hanya bisa berbaring dengan nafas amat berat dan tersengal-sengal. “Gila bener kamu Vicki, padahal cuma Bapak mainin buah dada dan puting kamu, ternyata kamu udah orgasme segini hebatnya.

Klik <<<< Maniak juga kamu ya!” kata Pak Gatot dengan gembira dan bangga. Aku tersenyum malu dan wajahku memerah mendengar kata ‘maniak’. Senyuman Pak Gatot bertambah lebar melihat ekspresi wajahku. “Kamu bener-bener menggemaskan dan seksi abis!” katanya lagi. Kemudian Pak Gatot merangkulku dengan lembut dalam posisi tubuhku masih dibawahnya, keringatku jelas menempel di kaos dan celana panjang Pak Gatot. Aku ingin membalas hangatnya rangkulan Pak Gatot, tapi berhubung masih ‘bau kencur’ dalam urusan seks, aku malu-malu dan hanya diam saja, tapi hatiku berdebar-debar dan ekspresi wajahku menunjukkan kegembiraan. Pak Gatot mulai bercerita bahwa sudah sejak aku kelas satu ia mengincarku saat melihat aku dalam pelajaran olahraga memakai kaos. Katanya meskipun aku tampak berusaha menggunakan kaos yang agak kelonggaran, ia tahu bahwa payudaraku sangat besar, apalagi porsi tubuhku bisa dibilang agak kurus. Penantian hampir dua tahun tidak sia-sia katanya. Aku sekali lagi hanya bisa tersenyum-senyum kecil dan malu. Pak Gatot juga menambahkan bahwa ia tidak pernah melakukan ‘pemaksaan’ seperti ini terhadap siswi-siswi lainnya. Ia mengaku amat sangat tidak tahan memikirkan kedua buah dadaku ini. Sejak istrinya menopause juga dua tahun yang lalu itu, bayangan sepasang buah dadaku selalu menjadi inspirasi onaninya yang hampir setiap hari katanya. Aku tambah malu rasanya, tapi tidak bisa menyembunyikan senyumku. Dalam hati aku berpikir, meskipun wajah Pak Gatot tidak tampan, sejak itu aku mulai menyukai wali kelasku sendiri itu. Pak Gatot sempat bertanya apakah aku pernah berhubungan seks. Aku menjawab bahwa pernah beberapa kali dengan mantan pacarku, tapi aku dengan wajah memerah mengaku belum pernah merasa senikmat ini, bahkan hanya sesekali orgasme dengan mantanku itu.

Klik <<<< Mungkin ia nggak berpengalaman Pak, kataku. Pak Gatot langsung tersenyum lebar, dan mengutarakan kebanggaannya menjadi orang pertama yang bisa memuaskanku dengan amat sangat. Pak Gatot juga memberitahuku bahwa rumahnya selalu sepi seperti ini, istrinya berangkat kerja dari jam 3 sore sampai sekitar 11 malam, dan sebetulnya tetangga-tetangga sebelah pada perumahan cukup elit seperti ini tidak peduli satu sama lain. Sehingga walaupun aku menjerit-jerit tidak akan ketahuan, apalagi tembok-tembok rumah Pak Gatot sangat tebal dan kokoh. Saat itu pukul 4:30, udah setengah jam aku di rumah Pak Gatot. “Vicki, kamu bisa pulang malam kan?” tanya Pak Gatot. “Ya.. bisa aja Pak, tapi jangan sampai kemaleman Pak, nanti ortuku bingung,” jawabku. “Tenang aja, kamu nanti tak antar pulang kalo Bapak udah puas. Oh ya, kamu telepon aja ke rumah bilang pulangnya agak malam,” jawabnya. Setelah itu Pak Gatot bangkit dan melepaskan rangkulannya. Ia mengambil ponselnya dan menyuruh aku telepon.

Klik <<<< Kemudian aku duduk, cuma pake celana dalam saja, lalu menelpon ortuku, beralasan bahwa aku belajar kelompok di rumah guruku. Karena selama ini aku cewek yang selalu penurut terhadap ortu dan hampir tidak pernah berbuat nakal, orang rumah percaya-percaya saja. Sesudahnya Pak Gatot duduk di sebelahku, membawakan sebotol minuman air dingin dan minum bersama. Supaya segar katanya. Setelah puas minum, Pak Gatot langsung berkata dengan tatapan nafsu, “Vicki, ayo ke kamar aja, ranjangnya besar, lebih enak, kamu boleh menjerit sepuasnya.” Aku lagi-lagi tersenyum malu, namun menjawab dengan sedikit khawatir, “Hah? Di kamar? Di ranjang? Apa nanti tidak ketahuan sama istri Bapak? Sofa Bapak ini aja udah basah semua kena keringatku.” “Santai aja, ini kamar untuk tamu kok sebetulnya. Kadang-kadang ada saudara atau famili yang menginap

Klik <<<<. Biasanya juga Bapak sendiri kok yang bersihkan. Jadi kamu nggak usah takut, pokoknya nurut aja,” ujarnya lagi. Walaupun tetap dengan gayaku yang sedikit ‘malu-malu kucing’, aku menyetujui ajakan Pak Gatot. Dengan tangkas Pak Gatot menggendongku dengan kekuatan kedua tangannya, aku langsung kaget dan menjerit kecil. “Tambah nggemesin aja kamu ini, Vicki,” katanya. Kamar untuk tamu Pak Gatot ternyata sangat rapi meskipun cukup kecil dan lampunya sangat terang. Hampir sebagian besar ruangan termakan tempatnya oleh sebuah ranjang spring bed besar lengkap dengan ukiran-ukirannya, yang jelas untuk ukuran dua orang. Perabotan sisanya hanya sebuah lemari pakaian besar dan sepasang kursi sofa kecil. Ada satu pintu di sebelah ranjang yang ternyata adalah kamar mandi dalam. Tubuhku yang berukuran mungil dibandingkan tubuh Pak Gatot, langsung dilemparkannya tepat di tengah-tengah ranjang sesudah ia menggendongku masuk.

Klik <<<< Aku kembali berteriak kecil karena kaget campur perasaan gembira tidak menentu membayangkan apa yang selanjutnya akan dilakukan Pak Gatot terhadapku. “Empuk sekali ranjangnya,” pikirku. Kemudian Pak Gatot mengambil posisi di atas kedua kakiku, mengangkat pantatku dan memeloroti celana dalamku dengan agak kasar. “Bapak ini bener-bener nggak tahan lihat keseksian tubuhmu, apalagi buah dada kamu, jadi maklum aja kalo Bapak sering agak kasar sama kamu,” godanya saat melepaskan CD-ku. Aku bener-bener telanjang bulat tanpa sehelai benangpun, berbaring di ranjang dengan wajah sedikit memerah mendengar berbagai macam perkataan Pak Gatot yang menggoda. Pak Gatot juga mengaku senang dengan memekku yang bulu-bulunya sejak dulu aku cukur sehingga tinggal tersisa tipis-tipis. “Vicki, kamu bener-bener cewek impian Bapak,” pujinya. Kemudian dengan sangat cepat Pak Gatot melepas kaos dan celana panjang sambil berdiri di sebelah ranjang. Aku langsung menahan napas panjang melihat tubuh Pak Gatot yang hanya tinggal memakai celana dalam saja.

Klik <<<< Meski sudah berusia 51 tahun, katanya, tubuh hitam Pak Gatot masih berotot dan tampak tegap. Aku agak merinding melihat sekujur tubuhnya yang agak berbulu dan wajahku hanya bisa melongo melihat tonjolan besar di balik CD Pak Gatot. “Kok bengong?” tegur Pak Gatot sambil tersenyum-senyum. “Um.. anu Pak.. eh..,” reaksiku benar-benar seperti anak kecil yang kebingungan. “Nggak usah malu-malu, Bapak yakin kamu pasti pengen lihat kontol Bapak ini kan,” ujarnya lagi menggoda. “Ayo sini..” tambahnya. Dengan wajah khasku yang memerah bila malu-malu, aku turun dari ranjang sementara Pak Gatot duduk di tepi ranjang. Pak Gatot membuka pahanya lebar-lebar dan menyuruhku duduk bersimpu lutut di antaranya. “Kamu dulu pernah nyedot kontol mantan pacarmu?” tanya Pak Gatot. Wajahku tambah merah mendengar bahasanya yang kasar, tapi mungkin karena sudah 200% takluk, aku tambah berdebar-debar. “Belum pernah Pak, Vicki nggak berani,” jawabku. “Mm.. jadi kamu bisa belajar pake kontol Bapak,” balasnya. Wajahku merah padam seperti mati kutu, dan Pak Gatot semakin menjadi-jadi menggodaku.

Klik <<<<  Tapi kamu pasti pernah nonton BF kan?” tanyanya. Aku langsung mengiyakan dengan mengangguk pelan mengingat-ingat beberapa kali pernah menonton film porno bersama temen-temen cewekku. “Kalo gitu ya kamu pasti bisa Vicki, dan mulai sekarang kamu nggak usah malu-malu, he he he,” balasnya sambil tertawa. Tiba-tiba Pak Gatot memegang belakang kepalaku dan menarik kuncir rambutku yang masih terpasang sebelumnya. Rambut hitam panjangku yang agak bergelombang terurai di bahuku. “Kamu cantik dan seksi sekali Vicki sayang,” katanya sambil memandangi wajahku. Aku tersenyum sipu sementara Pak Gatot memegang kedua tanganku dan menaruhnya di pinggangnya. Kemudian Pak Gatot sedikit mengangkat pinggulnya. “Ayo diplorotin, kalo pengen lihat kontol Bapak nggak usah sungkan,” candanya lagi. Dengan bantuannya aku mulai menurunkan CD-nya hingga ke paha dan mataku langsung terbelalak lebar ketika senjata Pak Gatot bebas dari sarangnya.

Klik <<<< Kontol Pak Gatot ternyata begitu indah meski tampak menyeramkan. Berwarna hitam pekat, begitu besar dengan panjang sekitar 12 cm dan diameter sekitar 6 cm. Kontol yang sudah disunat itu dilengkapi dengan ujungnya yang berwarna coklat keungu-unguan. Sepasang buah zakar hitam besar dengan bulu lebat juga tidak lepas dari pandanganku. Aku hanya bisa memandang takjub dan melongo, mataku seperti terhipnotis oleh kontolnya. “Kenapa sayang, punya pacarmu nggak segede ini dulu?” tanyanya. Aku menjelaskan bahwa panjangnya mungkin hampir sama, tetapi kontol Pak Gatot lebih lebar. “Lho jangan kaget ya, ini masih semi ereksi,” tambahnya. “Hah?” jeritku tambah melongo. Kemudian Pak Gatot menyuruhku menurunkan CD-nya sampai kedua kakinya, sehingga kami berdua sama-sama telanjang bulat. Sungguh pemandangan yang jarang terlihat, ABG berwajah lugu, berkulit putih mulus dengan payudara besar sedang berjongkok di antara kedua paha pria setengah baya berperawakan menyeramkan dengan kulit hitam pekat yang duduk di tepi ranjang. Pak Gatot dengan sabar mengamati reaksi wajahku dan menungguku beraksi sementara kedua tangannya berpegangan di tepi ranjang.

Klik <<<< Dengan sedikit gemetaran namun sudah terkontrol oleh nafsu membara, aku meraih kontol Pak Gatot dan mengocoknya pelan-pelan menggunakan tangan kananku. Jari-jariku yang mungil nyaris tidak bisa melingkari keseluruhan dari diameter kontolnya. Aku mulai mengocok kontol Pak Gatot naik turun, sambil sesekali melihat wajahnya. Pak Gatot sangat menikmati dan kadang-kadang salah satu tangannya membelai-belai rambutku. Setelah kukocok beberapa saat, dalam sekejap kontol Pak Gatot bertambah panjang, mungkin sekitar 18 cm. “Ini baru kontol Bapak yang sesungguhnya, enak banget kamu ngocoknya Vicki,” desahnya. Aku makin bersemangat dan mulai mengocok kontol Pak Gatot dengan dua tangan, naik turun dan tambah lama tambah cepat. Kemudian pikiranku untuk sesaat terbang ke salah satu film porno yang pernah aku tonton dan berusaha kuingat beberapa adegan oral seks.

Klik <<<<  Aku melepaskan tangan kiriku dari rudal hitam tersebut, sementara tangan kananku memegangi pangkal kontol Pak Gatot dengan erat sambil kumajukan kepala dan kubuka mulut. Bibirku yang mungil terbuka lebar dan langsung mengulum kepala kontol Pak Gatot. “Mm..” desahku sambil menyedot-nyedot pelan. “Oh Vicki.. hebat bener kamu sayang,” desahnya keenakan. Aku benar-benar sudah seperti gadis liar seperti di film-film BF itu dan sedotanku makin lama makin kuat dan dalam, meskipun ukuran kontol Pak Gatot membuatku hanya bisa memasukkan sekitar setengahnya setiap sedotan. Entah belajar darimana, lidahku juga mulai beraksi dengan menjilati ujung kontolnya. Kulihat sepintas wajah Pak Gatot menunjukkan ekspresi yang sangat puas dan membuatku berbangga meski ini merupakan oral seks pertamaku. Setelah menyedot dan menjilati kontolnya beberapa saat, aku melepaskannya dari mulutku sampai terdengar suara ‘plop’. Kupandangi kontol hitam yang sekarang hampir setengahnya mengkilap terkena jilatan lidahku. Seperti kurang puas, gantian kupegangi kepala kontolnya sementara lidahku menjelajahi bagian bawah dan pangkal kontol Pak Gatot.

Klik <<<<   Desahan Pak Gatot tambah panjang. “Kamu lugu-lugu ternyata liar di ranjang ya Vicki, mm..” Aku tersenyum puas saat kupandangi kontol Pak Gatot sudah mengkilap hampir seluruhnya. “Kamu pinter banget Vicki, kamu basahin kontol Bapak kayak gini supaya siap dimasukkan di memek kamu ya?” senyumnya. Sekali lagi wajah merahku dengan senyuman tipis kembali terlihat. Setelah itu Pak Gatot mengangkatku berdiri dan merebahkan tubuhku kembali di tengah-tengah ranjang. Dibukanya kedua pahaku lebar-lebar dan Pak Gatot mengambil posisi di antaranya sambil memegangi senjatanya. “Pak, pelan-pelan ya? Punya Bapak besar sekali. Saya agak takut,” kataku saat itu. “Ha.. ha.. ha.. nggak usah takut, pokoknya kamu pasti seneng,” jawabnya. Pak Gatot juga memberitahuku nggak usah khawatir hamil, karena nantinya ia tidak akan mengeluarkan air maninya di memekku. “Biar kayak di BF-BF itu Vicki,” katanya. Aku yang berbaring telentang menjawab dengan kepalaku, yang dialasi bantal empuk, mengangguk-angguk.

Klik <<<<   Aku menahan nafas saat Pak Gatot mulai memasukkan kontolnya ke arah memekku yang sudah basah sedari tadi. “Oh.. Pak..” jeritku kecil. Rasanya bener-bener nikmat meski mungkin baru ujung kontol Pak Gatot saja yang terbenam di memekku. Kulihat Pak Gatot mulai memompa dan memegangi kontolnya keluar masuk dari memekku sehingga menggesek-gesek klitorisku yang makin basah. Aku sungguh-sungguh terbuai, dan kemudian dengan sekali sentakan kulihat separuh kontol Pak Gatot masuk ke memekku. “Oh.. Pak Gatot..” desahku dengan nafas berat. Kemudian Pak Gatot mengarahkan kedua tangannya ke arah gunung kembarku dan mulai meremas-remas dengan agak kasar, sambil memaju mundurkan kontolnya keluar masuk memekku. “Oh Pak Gatot..” Aku sudah benar-benar lupa diri, yang ada di pikiranku saat itu hanyalah kenikmatan liar ini. Gerakan-gerakan dan respon tubuhku mungkin sudah seperti cewek-cewek dalam film-film porno yang pernah kulihat.

Klik <<<<  Kombinasi dari gesekan-gesekan kontol Pak Gatot di memek dan klitorisku serta remasan-remasan kasar telapak tangannya di buah dadaku yang amat sensitif membuatku menjerit dan mendesah tidak karuan dengan liarnya. Kemudian sambil tetap meremas-remas sepasang payudaraku, Pak Gatot bergerak maju dan menciumi bibirku. Aku membalas dengan penuh nafsu, bibir dan lidah kami saling bermain satu sama lain. Setelah puas menciumiku, Pak Gatot mulai memompa kontolnya dengan lebih cepat. Sambil tangannya bertumpu dengan meremas-remas buah dadaku, Pak Gatot bergerak maju mundur sangat cepat dan kuat. Pandangan penuh nafsu Pak Gatot di wajahku kubalas dengan reaksi serupa. Mungkin karena basahnya memekku, kulihat saat itu Pak Gatot bisa memasukkan seluruh kontolnya pada setiap sentakan. Kami berdua sudah sama-sama mandi keringat, apalagi urat-urat dan otot-otot di sekujur tubuh Pak Gatot jelas terlihat. Hanya suara desahan dan lenguhan liar bagaikan binatang dari kami berdua yang terdengar di kamar. Akhirnya aku tidak tahan lagi, orgasmeku yang kedua datang.

Klik <<<<  Aku menjerit sangat keras, dan Pak Gatot justru tambah mempercepat dan memperkuat gerakan serta remasannya. Tubuh mungilku terguncang hebat, sekali lagi dalam cengkeraman Pak Gatot. Kemudian dipeluknya tubuhku, kubalas pula dengan erat sehingga terasa keringat kami berdua saling bercampur. Pak Gatot tidak pernah berhenti memompa kontolnya saat orgasmeku yang kedua itu berlangsung. Setelah klimaksku selesai beberapa saat kemudian, tubuhku tergolek lemas dalam posisi saling memeluk, sungguh kontras sekali perbedaan warna dari tubuh kami. Memekku dan kontol Pak Gatot yang terbenam seluruhnya terasa sangat basah dan aku kesulitan mengatur nafasku di bawah tindihan tubuh Pak Gatot. “Asyik sekali kamu Vicki,” ujar Pak Gatot sambil tersenyum ke wajahku. Kubalas lemah senyumannya sambil merasakan kenikmatan ini. Kuberanikan berbisik lemah, “Bapak kok belum keluar?

Klik <<<<  Sambil tertawa-tawa, Pak Gatot menjawab, “Kan sudah Bapak bilang nggak mungkin tak keluarin di memek kamu. Bapak sudah kepikiran tak keluarin pejuh Bapak di bagian tubuh kamu yang lain.” “Di mana Pak?” tanyaku. Pak Gatot hanya membalas dengan senyuman sambil melepaskan pelukannya dan bangkit dari atas tubuhku dan kemudian mengambil posisi duduk berjongkok di perutku. Terpampang jelas di mataku kontol hitam besar Pak Gatot yang tambah mengkilap akibat cairan dari memekku. “Sudah dua tahun ini Bapak selalu membayangkan kontol Bapak yang hitam ini dijepit dengan gunung kembarmu yang putih mulus itu lho,” ujar Pak Gatot. Wajahku yang penuh keringat kembali merah padam. “Kenapa? Kamu nggak suka?” tanya Pak Gatot. Aku juga menjelaskan bahwa sejak melihat salah satu adegan di BF barat, di mana seorang cewek yang berpayudara besar menjepit kontol pasangannya, aku amat ingin mencobanya. Tapi kujelaskan bahwa aku tidak berani dan sungkan mengutarakannya pada mantan pacarku yang dulu. “Ha ha ha.. kalo begitu kita bener-bener cocok Vicki.

Klik <<<<  Ayo sekarang kamu pegangi gunung kembarmu itu!” kata Pak Gatot seperti tidak sabar. Kuturuti dan kupegangi masing-masing payudaraku, sementara Pak Gatot sedikit maju dan meletakkan kontolnya persis di antara sepasang bukit kenyalku. Teringat pada adegan BF, aku langsung menjepit-jepit bukit kembarku itu, terasa sekali kontol Pak Gatot yang keras bergesekkan dengan kulit mulus payudaraku. Jujur saja aku sangat terangsang melihat kontrasnya warna kontol Pak Gatot dan payudaraku, membuatku makin bersemangat dan mulai memijat-mijat buah dadaku dengan kuat. Sepintas kulihat reaksi wajah Pak Gatot yang menunjukkan kenikmatan tiada tara. Aku sangat senang dengan ekspresinya, meski sekali lagi kutekankan bahwa wajah Pak Gatot boleh dibilang sama sekali tidak tampan. Pak Gatot yang sedari tadi diam dan menikmati pijatan payudaraku, kemudian mulai memaju mundurkan kontolnya sambil kedua tangannya berpegangan pada ukiran-ukiran tiang ranjangnya yang luks dan eksklusif itu.

Klik <<<<   Campuran keringat dan cairan memekku membuat Pak Gatot dengan mudah menggerakan kontolnya di sepanjang belahan dadaku. Aku tidak pernah berhenti memijat, meremas, dan menjepit payudaraku sehingga kulihat mata Pak Gatot merem melek. “Oh Vicki sayang..!” jerit Pak Gatot sesekali. Gerakan Pak Gatot makin lama makin cepat, sementara aku juga menguatkan pijatan dan remasan. Karena payudaraku yang amat sensitif merasakan kerasnya kontol Pak Gatot, kurasakan ledakan-ledakan kecil di memekku. Aku juga sering mendesah-desah tidak karuan. Kuperhatikan dorongan kontol besar Pak Gatot membuat ujungnya makin lama makin dekat ke daguku, kurasakan pula buah zakarnya bertabrakan dengan pangkal payudaraku dalam setiap dorongan yang dilakukannya.

Klik <<<<  Dengan beralaskan bantal, kumajukan mulutku dan mulai memberikan jilatan-jilatan cepat liar setiap kali kepala kontol Pak Gatot mendekat. Sekilas kulihat mata Pak Gatot terbelalak dengan keagresifanku ini. “Kamu makin liar aja Vicki, Bapak bener-bener nggak tahan!” desahnya. Dengan terampil kuberikan kenikmatan pada Pak Gatot, jilatan-jilatan lidahku pada ujung kontolnya serta remasan-remasan payudaraku menggesek kontolnya. Aku betul-betul ingin membalas semua kenikmatan yang sebelumnya diberikan Pak Gatot terhadapku, tidak peduli lagi status dan perbedaan usia kami. Gerakan dan ekspresi kami sudah seperti sepasang kekasih yang tidak mampu lagi menahan nafsunya atau mungkin layaknya dua bintang film porno. “Oh Vicki sayang!” Pak Gatot akhirnya menjerit keras dan menghentikan gerakannya. Kontol Pak Gatot masih terjepit di antara buah dadaku dan ujungnya persis dekat di depan bibirku yang sedikit menganga. Bersamaan dengan itu, air mani atau pejuh dari kontol Pak Gatot muncrat!

Klik <<<<  Tembakan-tembakan deras pejuh Pak Gatot membasahi dan lengket di sebagian besar wajah dan bibirku. Aku tidak pernah berhenti meremas-remas payudara sambil menelan dan menjilati air mani Pak Gatot yang mengarah ke bibirku dan keluar dengan derasnya. Aku sampai kewalahan dengan banyaknya air mani yang keluar dari kepala kontol Pak Gatot. Kemudian Pak Gatot bergerak maju mundur lagi, sehingga air maninya muncrat dan mendarat tidak beraturan di dagu, leher, dada dan tentunya sepasang payudara dan putingku. Akhirnya Pak Gatot berhenti bergerak meski kontolnya masih di antara kedua payudaraku. Kulepaskan salah satu cengkeraman tanganku dari buah dadaku, lalu kupegangi kontol Pak Gatot yang masih sedikit keras. Kemudian kugesekkan ujung kontolnya dengan buah dadaku yang ditahan oleh tanganku yang lain. Tak luput juga sesekali kugesek ujung kontol Pak Gatot dengan puting merah mudaku. Aku juga tidak menyadari dari mana kupelajari gerakan seperti itu, mungkin dari BF-BF itu dan mungkin benar juga kata Pak Gatot bahwa aku maniak.

Klik <<<<   Kuratakan ceceran pejuh Pak Gatot dengan ujung kontolnya bergantian di masing-masing gunung kembarku. Setelah puas, akhirnya kulepaskan genggaman tanganku dari kontolnya dan payudaraku, kemudian kuusap-usap sekujur wajah, bibir, leher dan dadaku yang sebelumnya tersemprot dengan pejuh Pak Gatot, serta kujilat-jilat dan kutelan air maninya seperti binatang kehausan. Dengan wajah, bibir, leher, dada dan sepasang bukit kenyal serta kedua puting merah mudaku masih sedikit belepotan dan lengket dengan air maninya, kuberanikan diri tersenyum menggoda ke arah Pak Gatot yang masih belum beranjak dari posisi duduk berjongkok di atas perutku. “Oh Vicki! Kamu bener-bener seksi banget! Hebat!” teriak Pak Gatot gembira sambil memandangiku. Setelah itu Pak Gatot berbaring lemas di sebelahku, tubuh kami yang sudah basah dan mandi keringat saling berpelukan.

Klik <<<<  Pak Gatot tampaknya juga tidak jijik dengan air maninya sendiri, terbukti kami saling berciuman dan berpagutan dengan sisa-sisa tenaga yang kami punyai. Kulihat saat itu pukul 1/2 6 sore dan kami berbicara dan bercanda dengan santai sekitar 1 jam-an sambil berbaring. Kami saling bercerita, aku membicarakan kesulitan-kesulitanku dalam menghadapi pelajaran-pelajaran di sekolah, sementara Pak Gatot banyak mengutarakan kesepiannya karena sejak dulu tiga anak-anaknya kuliah di luar kota dan istrinya bekerja dari sore sampai malam. Meskipun berkecukupan dan hubungan mereka berdua masih harmonis, Pak Gatot masih sering merasa kesepian. Sebelum istrinya menopause ia masih aktif berseks ria meski istrinya agak kewalahan mengimbangi. Ia mengaku merasa muda lagi setelah berhubungan denganku ini. Pak Gatot juga menjelaskan bahwa mulai sekarang aku tidak perlu khawatir dengan nilai-nilai ulanganku.

Klik <<<<  Tapi Pak Gatot berjanji tetap akan membantuku belajar, jadi aku bukan dianggapnya sebagai ‘pemuas nafsu’ belaka. Lalu kami berdua sama-sama berpakaian dan merapikan diri. Pak Gatot mengajakku makan di rumahnya dan setelah itu ia mulai mengajariku. Ia juga menambahkan bahwa biaya untuk les privatku ini digratiskan aja, aku tidak perlu membayar. Aku bener-bener berterima kasih padanya. Mungkin karena Pak Gatot sudah menyukaiku, kesadisannya seperti biasa di kelas tidak terlihat, malahan dengan cepat aku dapat menangkap bahan-bahan pelajaran kimia yang diberikannya. Setelah selesai aku diantarnya pulang ke rumah dengan mobil sedannya. Dalam perjalanan Pak Gatot memberitahukan agar kami bersikap biasa-biasa saja di sekolah. Di kelas ia tetap akan memperlakukan sebagaimana murid-murid lainnya.

Klik <<<<  Pak Gatot juga menanyakan apakah aku bisa datang ke rumahnya besok di waktu yang sama jam 4 sore. Aku menyetujuinya dan terus terang berdebar-debar juga memikirkannya. Aku sampai di rumah sekitar jam 8 malam dan langsung mandi untuk menyegarkan diri. Demikianlah awal petualanganku menjadi ’simpanan’ wali kelasku sendiri dan sangat menyukai seks. Semoga dalam kesempatan selanjutnya bisa aku tuturkan kisah seksku yang lain bersama Pak Gatot.